Kuwu Ambulu Sulap Hutan Mangrove Jadi Ekowisata, Ada Pelikan Migrasi Tiap April

Kuwu Desa Ambulu Sunaji memantau hutan mangrove di Pesisir Ambulu
Kuwu Desa Ambulu Sunaji memantau hutan mangrove di Pesisir Ambulu. Lokasi tersebut kembali ditata menjadi kawasan ekowisata. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Hutan mangrove di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, mulai dikembangkan menjadi kawasan ekowisata. Selain menawarkan keindahan alam pesisir, kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pengembangan mangrove Ambulu digagas Kuwu Desa Ambulu Sunaji sejak 2018. Ide tersebut muncul setelah Sunaji berdiskusi dengan sejumlah pemandu wisata dan melihat potensi kawasan pesisir yang dinilai cukup besar untuk dikembangkan.

Potensi itu tidak hanya berupa hamparan mangrove. Setiap April, kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi persinggahan burung pelikan yang bermigrasi.

Baca Juga:Delapan Objek di Kabupaten Cirebon Resmi Menjadi Cagar Budaya, 591 Masih Berstatus DidugaJembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Desa Putridalem Jatitujuh

Fenomena tersebut bahkan menarik perhatian wisatawan mancanegara. “Potensi alam ini harus dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sunaji, Jumat (18/9).

Pengembangan kawasan melibatkan masyarakat, terutama kalangan pemuda. Mereka dilibatkan melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Konsep wisata yang dikembangkan juga tidak sebatas menikmati pemandangan mangrove. Salah satunya berupa kawasan pemancingan yang memanfaatkan potensi ekosistem pesisir.

Pengelolaan yang sempat berjalan bahkan menghasilkan omzet cukup signifikan. Kawasan tersebut mampu mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP) dalam waktu sekitar 10 bulan.

Namun, pengembangan wisata mangrove sempat mengalami jeda. Kondisi tersebut membuat sejumlah fasilitas yang telah dibangun mengalami kerusakan dan keausan.

Kini, Pemdes Ambulu kembali melanjutkan pengembangan kawasan tersebut. Upaya itu mendapat dukungan dari Pemkab Cirebon, kalangan pendidikan, serta kerja sama dengan Telkom University.

Sunaji mengatakan, pengembangan kawasan tidak semata diarahkan untuk kepentingan komersial.

Mangrove Ambulu juga diproyeksikan menjadi pusat edukasi sekaligus ruang bagi masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi.

Baca Juga:Desa Gunungmanik Jadi Laboratorium Hidup UMC, Mahasiswa Belajar Langsung dari MasyarakatJembatan di Bojong  Cideres Resmi Digunakan, Masyarakat Bisa Pangkas Jarak

“Yang dibangun bukan hanya tempat wisata, tetapi juga pusat edukasi dan pemberdayaan warga,” katanya.

Pemberdayaan ekonomi juga diarahkan ke sektor perikanan. Di antaranya melalui budi daya udang dan pembesaran kepiting.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu menambah pendapatan warga sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove.

Menurut Sunaji, pembangunan desa tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting agar potensi desa dapat dikelola secara berkelanjutan.

“Fokus melayani warga dengan niat baik adalah kuncinya, agar setiap langkah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. (den)

0 Komentar