Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Desa Putridalem Jatitujuh

Peletakan batu pertama Jembatan Perintis Garuda dilakukan Bupati Majalengka Eman Suherman
Peletakan batu pertama Jembatan Perintis Garuda dilakukan Bupati Majalengka Eman Suherman bersama Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto, Jumat (18/9/2026).
0 Komentar

Persoalan semakin berat ketika debit air sungai meningkat. Jembatan bambu yang digunakan warga dapat terendam sehingga akses penyeberangan terputus.

“Ketika banjir tidak ada akses, karena tidak mungkin jembatan bambunya kan tenggelam,” ujar Endah.

Persoalan lainnya adalah biaya penyeberangan. Endah mengatakan akses yang dibangun secara pribadi tersebut sebelumnya dikenakan tarif Rp2.000 dan kemudian naik menjadi Rp3.000 setiap kali melintas.

Baca Juga:Desa Gunungmanik Jadi Laboratorium Hidup UMC, Mahasiswa Belajar Langsung dari MasyarakatJembatan di Bojong  Cideres Resmi Digunakan, Masyarakat Bisa Pangkas Jarak

“Nah, kalau sekarang karena ini dari pribadi yang membangun dan bukan dari warga Putridalem, itu berbayar, sekali melintas awalnya Rp2.000, kalau sekarang Rp3.000,” jelasnya.

Karena itu, pembangunan Jembatan Perintis Garuda disambut antusias masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan memberikan akses yang lebih mudah sekaligus mengurangi beban biaya yang selama ini harus dikeluarkan warga.

“Sehingga dengan dibangunnya jembatan gantung ini kan betul-betul mensupport masyarakat supaya punya akses jalan ke sana tanpa harus mengeluarkan biaya,” pungkas Endah.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses transportasi.

Ia mengakui kemampuan APBD Kabupaten Majalengka belum dapat menjangkau seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur di daerah.

“Kebetulan APBD kita belum bisa menjangkau ke sini dan alhamdulillah ternyata dengan usaha yang gigih dari Pak Dandim, kemudian kita kerja sama dan mengusulkan apa yang menjadi keinginan publik,” kata Eman.

Menurut Eman, kolaborasi menjadi penting untuk mempercepat pembangunan ketika kemampuan anggaran daerah terbatas. (*)

0 Komentar