RADARCIREBON.ID – Warga Perumahan GSP Kota Cirebon resah setelah tagihan PDAM tiba-tiba melonjak. Kenaikan yang dialami sejumlah pelanggan disebut mencapai sekitar empat kali lipat dibandingkan tagihan sebelumnya. Yang bikin kaget, tagihan tersebut melonjak justru saat konsumsi atau penggunaan air rendah.
Lonjakan tagihan itu dirasakan warga GSP RT/RW 01/12. Nominal yang sebelumnya berada di kisaran puluhan ribu rupiah mendadak menjadi ratusan ribu rupiah. Perubahan tersebut juga berlangsung ketika sebagian warga merasa belum menerima sosialisasi apapun mengenai perubahan kategori pelanggan dan tarif.
Ketua RT/RW 01/12 GSP, Sumadi Chaniago mengatakan kenaikan tagihan mulai terasa dalam beberapa bulan terakhir. Ia mencontohkan tagihan yang semula sekitar Rp40 ribu, kemudian meningkat menjadi Rp70 ribu, sebelum melonjak menjadi sekitar Rp248 ribu untuk pembayaran pemakaian Agustus.
Baca Juga:Bencana Uji Ketangguhan Layanan PublikPemasukan KNMP Diusulkan Jadi Pendapatan Desa
“Yang membuat kaget itu pada bulan Agustus. Tagihan tiba-tiba menjadi Rp248 ribu dari sebelumnya Rp70 ribu,” kata Sumadi kepada Radar Cirebon.
Bagi Sumadi, kenaikan tersebut sangat membebani warga karena terjadi tanpa pemberitahuan yang diterimanya sebelumnya. Ia mengatakan, jika kenaikan tarif dilakukan secara bertahap dan masih dalam batas yang wajar, pelanggan mungkin dapat menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.
Namun, perubahan dari puluhan ribu menjadi ratusan ribu rupiah membuat warga mempertanyakan dasar penetapan tagihan. Apalagi, imbuh Sumadi, di lingkungan RT 1 terdapat sekitar empat rumah yang mengalami kenaikan tagihan dari total 30 rumah. Jumlah kepala keluarga di lingkungan tersebut tercatat 37 KK.
Tagihan pemakaian Agustus yang semestinya dibayar sekitar tanggal 10 baru dibayarkan Sumadi pada 18 September. Keterlambatan itu terjadi karena ia ingin memastikan lebih dulu penyebab lonjakan tagihan tersebut dan berencana menanyakannya langsung ke kantor PDAM.
Namun, rencana tersebut belum dilakukan karena ia mendapat informasi bahwa kantor Perumda Air Minum Tirta Giri Nata (PDAM) Kota Cirebon sedang ramai oleh warga yang mengadukan persoalan serupa. Kondisi itu membuatnya memilih menunda kedatangan karena khawatir harus mengantre lama. “Untuk pembayaran bulan Agustus saja tagihannya sekitar Rp248 ribu. Ini sangat-sangat memberatkan,” ujarnya.
