Ribuan Warga Serbu Karnaval Budaya 

Ist 
NAPAK TILAS: Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kuningan untuk menyaksikan Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan, Minggu (13/9/2026). 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kuningan untuk menyaksikan Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan.

Mengusung tema “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan”, acara berlangsung sekitar lima jam tanpa jeda. Beragam atraksi, kesenian tradisional, kostum Nusantara, replika budaya, hingga gambaran perjalanan sejarah Kuningan disuguhkan kepada masyarakat.

Antusiasme warga terlihat sejak rombongan peserta mulai melintas. Masyarakat dari berbagai kalangan memenuhi sejumlah titik sepanjang rute untuk menyaksikan kreativitas peserta.

Baca Juga:Pendapatan Daerah Kuningan Turun Rp186 Miliar dalam Perubahan APBD 2026Komando Penaburan Benih Serentak 2026, Perhutani KPH Kuningan Targetkan 76 Ribu Bibit Pinus 

Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi bersama Wakil Bupati Tuti Andriani SH MKn, Ketua DPRD, Dandim 0615, Kapolres, Kajari, dan Sekda yang juga Ketua Harjad ke-528 Kuningan ikut berjalan dalam rombongan.

Mereka mengenakan kostum Nusantara dan busana Kerajaan Saung Galah. Rombongan berjalan kaki sekitar satu kilometer menuju Panggung Kehormatan di Taman Kota Kuningan.

Dian mengatakan, tidak sekadar menjadi hiburan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah dan budaya Kuningan sebagai pijakan menuju masa depan.

“Tradisi adalah akar, budaya adalah jati diri,” ujar Dian.

Menurutnya, masyarakat harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan bergerak menuju kemajuan. Namun, kemajuan tersebut tetap harus dibangun dengan menjaga sejarah, tradisi, dan budaya daerah.

“Hari ini kita mencoba mengingat kembali masa lalu untuk ditepatkan jalan sebagai masa depan,” katanya.

Karnaval Budaya melibatkan berbagai unsur, mulai dari instansi daerah, TNI-Polri, pelajar, organisasi masyarakat, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga perwakilan kecamatan.

Baca Juga:Bupati Dian Targetkan Kawasan Radius 500 Meter dari Balai Desa Andamui Bebas Rutilahu UNU Cirebon Terapkan Teknologi ATIFiC, Budi Daya Ikan Brek di Durajaya Makin Efisien

Sejumlah kelompok mengangkat perjalanan sejarah Kuningan sejak masa pra-sejarah, masuknya Hindu-Buddha, perkembangan Islam, masa kolonial Belanda, perjuangan kemerdekaan dan Perundingan Linggarjati, hingga masa kemerdekaan.

Kekayaan seni dan budaya juga ditampilkan melalui replika Kuda Putih, angklung, kisah Kerajaan Saunggalah, Kesultanan Kasepuhan dan Kanoman, serta kostum Nusantara.

Kemeriahan bertambah dengan penampilan drumband, marching band, pencak silat, polisi cilik, kesenian tradisional, serta berbagai kreasi dari pelajar, perguruan tinggi, dan komunitas.

Sejumlah peserta juga membawa pesan tentang kebersihan, kepedulian lingkungan, tata kelola pemerintahan yang baik, serta aspirasi untuk kemajuan daerah.

0 Komentar