Demonstrasi Mahasiswa, Desak Proses Hukum Kasus Keracunan MBG di Kelurahan Kalijaga

Demonstrasi Mahasiswa
DEMO: Mahasiswa membacakan poin tuntutan di DPRD Kota Cirebon, Kamis (22/10/2026). Foto: Cecep Nacepi/Radar Cirebon
0 Komentar

Adapun terkait kasus MBG, ia memastikan sudah turun langsung ke ketika kejadian berlangsung. “MBG ini menjadi perhatian khusus. Saat kejadian, saya bersama Forkopimda dan dinas terkait langsung turun ke lapangan. Kami menyisir beberapa rumah sakit untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan,” ungkap HSG.

Ia menyebutkan, pihak berwajib telah memintai keterangan pihak SPPG, sementara BGN juga telah melakukan penghentian sementara atau suspend terhadap SPPG Kalijaga 5. Sementara pembiayaan pengobatan para korban, menjadi tanggung jawab pihak SPPG.

HSG mengatakan DPRD akan mendorong evaluasi dan pemeriksaan terhadap operasional SPPG. DPRD juga berencana memanggil pihak terkait dan SPPG lainnya untuk memastikan penerapan standar operasional prosedur (SOP). “Kalau memang ada kelalaian dari SPPG, kami juga ingin ada sanksi khusus sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.

Baca Juga:Edo Ditantang Buka Bukti, SRCM: Jangan Cuma Ngaku Mundur, Buka SuratnyaKepala SPPG: Kami Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab hingga Korban Sembuh

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Siti Maria Listiawaty di depan mahasiswa menjelaskan bahwa pemerintah telah berupaya secara serius dalam menangani para korban MBG. Katanya, penanganan korban dilakukan secara terpadu bersama rumah sakit, tenaga kesehatan, Forkopimda, dan instansi terkait sejak laporan kejadian diterima.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Disdik Kota Cirebon untuk mengantisipasi kemungkinan adanya anak-anak yang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG. Ia meminta agar semua kepala sekolah membantu memantau kondisi siswa dan mengarahkan mereka ke instalasi gawat darurat (IGD) apabila mengalami gejala.

Pihaknya juga telah melakukan penelusuran terhadap distribusi makanan untuk mengetahui siapa saja yang menerima dan mengonsumsi MBG. Kadinkes juga memastikan bahwa sampel makanan telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sampel yang diambil berasal dari makanan pada dua waktu penyajian, yakni pagi dan siang.

Terkait biaya pengobatan, Siti Maria Listiawaty mengatakan pihak yayasan telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas biaya obat-obatan dan pelayanan kesehatan para korban, baik yang menjalani rawat inap maupun pasien rawat jalan. (cep)

0 Komentar