Demonstrasi Mahasiswa, Desak Proses Hukum Kasus Keracunan MBG di Kelurahan Kalijaga

Demonstrasi Mahasiswa
DEMO: Mahasiswa membacakan poin tuntutan di DPRD Kota Cirebon, Kamis (22/10/2026). Foto: Cecep Nacepi/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan DPRD Kota Cirebon, Kamis (22/10/2026). Dalam aksi tersebut, massa mendesak agar kasus keracunan MBG di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, ditangani secara serius, bahkan proses hukum jika ada unsur pidana.

Mahasiswa menyoroti jumlah korban yang begitu banyak, lebih dari 300 orang. Karena itu, mereka menilai penanganan kasusnya harus disertai dengan pertanggungjawaban yang jelas dan tegas, baik dari sisi pelayanan kepada korban maupun proses hukum apabila ditemukan unsur pidana.

“Kami berharap operasional SPPG dihentikan. Jangan sampai sanksinya hanya administratif, tetapi harus ada bentuk pertanggungjawaban hukum apabila ditemukan unsur tindak pidana,” ujar Alvian, salah satu mahasiswa yang hadir di DPRD.

Baca Juga:Edo Ditantang Buka Bukti, SRCM: Jangan Cuma Ngaku Mundur, Buka SuratnyaKepala SPPG: Kami Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab hingga Korban Sembuh

Pihaknya juga meminta Polres Cirebon Kota (Ciko) turut mengawal penanganan kasus tersebut agar proses penyelidikan berjalan secara transparan dan pihak yang terbukti bersalah diproses sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada para korban, terutama anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan.

Selain penegakan hukum, mahasiswa mendesak agar seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pihak SPPG. “Kami ingin korban diberikan kompensasi yang setimpal dan SPPG ditindak tegas. Jangan sampai korban dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban,” timpal Anwar, mahasiswa lainnya.

Selain persoalan MBG, mahasiswa juga turut menyampaikan aspirasi mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Mereka meminta agar anggaran penanganan karhutla dilakukan secara efektif untuk mengatasi kebakaran, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Terkait BBM, mahasiswa meminta pemerintah mempercepat distribusi dan membuka informasi mengenai ketersediaan stok agar masyarakat mendapatkan kepastian pasokan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Harry Saputra Gani atau HSG yang menemui mahasiswa mengatakan pihaknya memberikan perhatian terhadap persoalan karhutla, ketersediaan BBM, dan dugaan keracunan MBG. Terkait karhutla, HSG menyatakan dukungannya terhadap upaya penanganan kebakaran serta penindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran.

Sementara mengenai BBM subsidi, ia mengakui adanya kekhawatiran masyarakat terkait distribusi atau pasokan BBM subsidi. HSG mengatakan DPRD akan mengupayakan agar ketersediaan pasokan BBM subsidi di Kota Cirebon tetap terjaga.

0 Komentar