17 Pasien Keracunan MBG Masih Dirawat di RSD Gunung Jati

Keracunan MBG
RAWAT PASIEN MBG: Selasar IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon, Rabu (21/10/2026). Hingga Jumat (23/10/2026), masih ada 17 pasien yang dirawat terkait dugaan keracunan MBG. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Sebanyak 17 pasien dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjalani rawat inap di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati, Kota Cirebon, hingga Jumat siang (23/10/2026). Kondisi mereka sendiri relatif stabil. Tidak ada yang membutuhkan perawatan intensif.

Belasan pasien tersebut merupakan bagian dari 75 pasien yang telah dirujuk ke rumah sakit itu setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG.

Wadir RSD Gunung Jati, Nurhidayat mengatakan kondisi pasien masih terpantau aman. Tim medis terus memantau perkembangan kesehatan mereka sebelum memutuskan waktu pemulangan. “Alhamdulillah masih bisa tertangani, aman,” kata Nurhidayat, Jumat siang kemarin.

Baca Juga:Fahmi Ummi Perluas Peran Muslimah Harus Cerdas, Mandiri, Kritis, dan BerdayaMemburu Sisa Aset di Balik Kredit Fiktif BPR Karya Remaja Indramayu, Kejaksaan Serahkan Uang Hasil Sitaan

Sebagian pasien telah menjalani perawatan selama tiga hingga empat hari. Namun, rumah sakit belum memastikan kapan seluruh pasien yang tersisa bisa pulang. Keputusan pemulangan bergantung pada evaluasi Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP). Hasil pemeriksaan laboratorium juga menjadi salah satu pertimbangan medis yang ditunggu.

Pasien yang masih dirawat sebagian besar berasal dari kelompok usia anak-anak, mulai taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD). Kelompok ini masih membutuhkan pemantauan medis untuk memastikan kondisi mereka benar-benar pulih. Nurhidayat menyebut keluhan yang dialami pasien saat pertama kali datang ke rumah sakit antara lain mual dan muntah.

Meski sejumlah pasien telah dirawat selama beberapa hari, belum ada kepastian seluruhnya bisa dipulangkan pada Jumat. Tim medis tetap mengevaluasi kondisi setiap pasien secara individual.

Sementara itu, penyebab pasti gejala yang dialami para penerima manfaat MBG di Kota Cirebon masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan keracunan belum dapat dipastikan sebelum hasil penyelidikan dan pemeriksaan terkait tersedia. (ade)

0 Komentar