SPPG Kalijaga 05 Masih Diinvestigasi, Sekolah Lain Ikut Waswas, DPRD Kembali Desak Evaluasi

SPPG Kalijaga 05
TUTUP: SPPG Kalijaga 05 ditutup setelah kejadian dugaan keracunan MBG yang mengakibatkan ratusan orang dilarikan ke rumah sakit. Foto: Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Sebagian besar pasien dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon telah pulang. Hingga Minggu sore (25/10/2026), tinggal satu pasien yang masih menjalani perawatan di RS Medimas.

“Semuanya (pasien dugaan keracunan MBG, red) sudah pulang, tinggal satu orang di RS Medimas,” kata Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon Yulian Septa Pratama kepada Radar Cirebon, Minggu (25/10/2026).

Sementara itu, dugaan keracunan tersebut juga memunculkan kekhawatiran di sekolah lain, termasuk di luar wilayah layanan SPPG Kalijaga 05. Sejumlah sekolah dan orang tua disebut-sebut telah mempertimbangkan kembali pelaksanaan MBG karena khawatir kejadian serupa terulang.

Baca Juga:60 Hektare Lahan Kawasan Ciremai Terdampak KebakaranSekolah Kaji Kelanjutan MBG, Mahasiswa Kembali Demo di DPRD Kota Cirebon

Sebelumnya, Koordinator Wilayah SPPG/Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Cirebon Yoga Adijaya mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi untuk memastikan penyebab dugaan keracunan sebelum melakukan evaluasi lebih lanjut.

Menurut Yoga, hasil investigasi akan menjadi dasar evaluasi standar operasional prosedur (SOP) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di Kota Cirebon. Pengawasan terhadap proses pengolahan makanan juga akan diperketat.

Salah satu arahan pimpinan BGN adalah melarang pembelian bahan pangan yang sudah diproses di luar dapur SPPG. Seluruh proses pengolahan harus dilakukan di dapur SPPG.

“Sudah keluar arahan dari pimpinan bahwa tidak diperbolehkan lagi membeli bahan baku yang sudah diproses di luar. Jadi semuanya harus diproses di SPPG,” kata Yoga saat menjenguk siswa yang diduga menjadi korban keracunan MBG di RS Siloam Putra Bahagia Cirebon, Jumat (23/10/2026).

Yoga mengatakan pihaknya akan terus memantau kondisi pasien hingga seluruhnya diperbolehkan pulang dan dinyatakan pulih. “Untuk tindakan lebih lanjut, kami akan memastikan sampai semua pasien yang terdampak bisa dipulangkan dan sembuh secara total,” terangnya.

Hingga Minggu (25/10/2026), penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

DPRD DESAK EVALUASI MENYELURUH

Peristiwa dugaan keracunan MBG dari dapur atau SPPG Kalijaga 05 juga menjadi perhatian serius DPRD Kota Cirebon. Anggota Komisi III Umar Stanis Klau menilai persoalan yang terjadi kemarin telah mengarah pada situasi yang membutuhkan penanganan secara serius dan mendalam.

0 Komentar