Cirebon Diguyur Hujan: Siaga Darurat Hidrometeorologi Basah Ditetapkan Mulai 1 November

Hujan lebat mengguyur wilayah Kota Cirebon, Jumat (30/10/2026), menandai datangnya musim penghujan.
Hujan lebat mengguyur wilayah Kota Cirebon, Jumat (30/10/2026), menandai datangnya musim penghujan. Foto: SENO DWI PRIYANTO/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Memasuki musim penghujan hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon bersiap menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah mulai 1 November 2026 hingga 30 April 2027. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir dan bencana lainnya akibat meningkatnya curah hujan.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Eko Kuswantoro, mengatakan penetapan tersebut merupakan tindak lanjut hasil koordinasi di tingkat nasional. Surat penetapan akan diterbitkan Gubernur Jawa Barat melalui BPBD provinsi.

“Penetapannya mulai 1 November sampai 30 April. Setelah surat dari provinsi diterima, kami akan menyusun SK tingkat kota untuk selanjutnya disahkan Wali Kota Cirebon,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Baca Juga:Pilkades Digital di Kuningan, Cepat Boleh tapi Harus Bisa Diperiksa: Sumedang Sudah, Kuningan MenyusulJanji Layanan Balik Nama  Sertifikat Tanah Rampung 10 Hari

Sambil menunggu penetapan, BPBD telah melakukan pemantauan sejumlah sungai dan titik rawan banjir. Petugas memeriksa kondisi aliran sungai, termasuk Sungai Sijarak, serta memonitor potensi hambatan aliran air.Dari hasil pemantauan, petugas masih menemukan warga membuang sampah ke sungai. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tumpukan sampah dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir.

Eko mengatakan hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada Wali Kota Cirebon sebagai bahan tindak lanjut. Petugas juga membawa peralatan untuk membantu membersihkan sampah sekaligus memantau kondisi sungai.

Ia mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air. Menurutnya, Kecamatan Harjamukti dan Kesambi menjadi wilayah yang perlu diwaspadai karena berpotensi terdampak kiriman air dari hulu.

“Banjir di Kota Cirebon tidak hanya dipengaruhi hujan lokal, tetapi juga aliran air dari hulu sungai yang berada di luar wilayah kota,” jelasnya.Selain pemantauan sungai, BPBD telah memeriksa peralatan penanggulangan bencana untuk memastikan seluruh sarana siap digunakan saat kondisi darurat.

“Alhamdulillah, peralatan penanganan kebencanaan dalam kondisi siap,” tandasnya. (cep)

0 Komentar