Segera Bikin MoU, Para Alumni pun Ikut Merespons

0 Komentar

Sengkarut permasalahan antara Perusahaan Daerah  Pembangunan (PDP) dengan Akademi Maritim Cirebon (AMC) perlahan mulai menemukan titik terang. Pihak kampus berkomitmen menyelesaikan tanggungjawab pembayaran yang seharusnya dibayarkan. Di sisi lain, para alumni pun turut merespons persoalan ini.
JERRELL ZEFANYA T-ADE GUSTIANA, Cirebon
TERKAIT permasalahan keuangan di tahun 2020, pihak kampus menegaskan sudah melunasi kewajibannya pada Kamis (31/3). Telah dibayarkan kepada pihak PDP Kota Cirebon.
Pembina Yayasan Tirta Bahari, yayasan yang menaungi AMC, Rista Saragih, mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan permasalahan tunggakan yang disoal PD Pembangunan untuk tahun 2020. Bahkan, menurutnya, pihak AMC sama sekali tak meminta keringanan.
“Kejadian itu internal dengan PD Pembangunan. Kami akui memang lalai untuk melanjutkan MoU dengan PD Pembangunan. Apalagi pembayaran di 2020 berdampak sekali. Namun demikian, kita tetap bayarkan sampai lunas detik ini. Kami tidak abaikan segala kewajiban kami dan tidak meminta keringanan,” ujar Rista kepada awak media, Jumat (1/4).
Pembayaran sisa tunggakan di 2020 juga sudah dilakukan oleh pihaknya kepada PD Pembangunan secara langsung pada Kamis (31/3). Dan dinyatakan lunas oleh PD Pembangunan. Rista mengungkapkan,  sejak menyewa dari tahun 2010, setiap tahunnya, selalu terjadi kenaikan biaya sewa sekitar 10 persen dari biaya sewa tahun sebelumnya.
“Sampai 2020 itu sudah lunas. Kemarin kita sudah lunaskan. Ini yang dipermasalahkan kemarin. Baru kita ambil bukti kwitansinya pada hari ini (kemarin, red). Semua sudah lunas di 2020. Kita akan lanjutkan,” tuturnya.
Oleh karena itu, pihaknya juga sudah melaksanakan pertemuan dengan PD Pembangunan. Dalam pertemuan itu disepakati pada Selasa (5/4) mendatang pihak AMC akan kembali melakukan kerja sama tertulis berupa MoU dengan PD Pembangunan untuk menindaklanjuti masa kontrak 2021-2022 yang belum ditegaskan dalam perjanjian kerja sama.
“Nanti kami akan membuat kerja sama untuk tahun 2021-2022 selama 2 tahun. Selama 2 tahun itu kita harus membayar Rp1 miliar lebih. Saya kira tunggakan taruna juga banyak, dan saya kira untuk cicilan kami ke PD Pembangunan bisa diselesaikan. Bisa kami jual bangunan dan barang-barangnya. Bukan ratusan juga, tapi miliaran. Kami bawa atau jual,” ungkapnya.

0 Komentar