Artileri Myanmar Hantam Rohingya, 5 Orang Terbunuh, Puluhan Lainnya Cedera

0 Komentar

RAKHINE – Setidaknya lima orang etnis Rohingya terbunuh dan puluhan lainnya cedera setelah terjebak dalam pertempuran antara pasukan pemerintah dengan gerilyawan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Dilansir dari Reuters, pertempuran pecah saat pasukan
pemberontak Angkatan Darat Arakan menyerang konvoi militer yang melewati kota
kuil bersejarah Mrauk U, Sabtu (27/2) lalu. Info didapat dari keterangan
anggota parlemen setempat, Tun Thar Sein, dan seorang juru bicara Arakan, Khine
Thu Kha.

Kepada Reuters, Khine Thu Kha menyalahkan
pasukan pemerintah atas korban sipil yang berjatuhan. Sementara, juru bicara
pemerintah mengaku tidak bisa berkomentar atas kejadian tersebut.

Baca Juga:Konflik Turki-Suriah Tewaskan 55 TentaraSambangi CFD, Puluhan Pemuda Tolak Tahura

Reuters
tidak dapat mengkonfirmasi rincian serangan di daerah terpencil itu. Para
wartawan dilarang mendekat dan akses internet diblokir.

Dari informasi yang
dihimpun Reuters, peluru artileri
militer Myanmar menghantam Desa Bu Ta Lone sebagai balasan atas kejadian
pencegatan di Kota Mrauk U. Setidaknya, empat orang warga Etnis Rohingya tewas.
Keterangan ini disampaikan juru bicara Angkatan Darat Arakan dalam sebuah
pesan.

Namun keterangan
berbeda disampaikan Anggota Parlemen Regional Arakan. Pria yang juga pekerja
kesehatan mengatakan setidaknya lima etnis Rohingya menjadi korban artileri
tersebut. Seorang anak lelaki berusia 12 tahun ada di antara mereka.

Juru bicara militer
Myanmar tidak menanggapi panggilan telepon dari Reuters untuk mencari rincian tambahan. Seorang juru bicara
pemerintah mengirim pesan teks yang mengatakan dia sedang rapat.

Ada beberapa laporan
yang saling bertentangan tentang jumlah orang Rohingya yang terluka. Ada yang
menyebut enam orang, ada pula yang mengatakan 11 orang. Para korban disinyalir
tidak hanya dari etnis Rohingya melainkan beberapa warga etnis Rakhine ikut
menjadi korban.

Sejak 2013, lebih
dari 730 ribu warga Etnis Rohingya mengungsi ke negara tetangga Bangladesh usai
mendapat persekusi dari Myanmar. (fin/tgr)

0 Komentar