Bupati Dian Tanggapi Musda Golkar Kuningan, Calon Ketua Diserahkan ke Ahlinya

Ist 
TIDAK MINAT: Bupati Kuningan sekaligus kader Partai Golkar, Dian Rachmat Yanuar, menyatakan tidak berminat maju dalam bursa Ketua DPD Golkar Kuningan pada Musda September 2026.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID–Peta persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Kuningan mulai mengerucut. Di tengah persiapan agenda lima tahunan partai yang dijadwalkan berlangsung September 2026, nama Bupati Kuningan sekaligus kader Golkar, Dr H Dian Rachmat Yanuar justru memilih menarik diri dari bursa calon ketua.

Bupati Dian yang kini masuk jajaran pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat secara tegas menyatakan, belum berminat mengambil posisi strategis sebagai Ketua DPD Golkar Kuningan. Ia menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepada figur yang dinilai lebih berpengalaman dan memahami dunia politik kepartaian.

“Saya mah menyerahkan ke yang ahlinya saja. Saya ingin concern di pemerintahan saja. Saya tidak begitu ahli di situ (ketua partai),” ujar Dian.

Baca Juga:Bupati Kuningan Peringatkan ASN Jauhi Judi OnlineRumah dan Usaha Fotokopi di Tajur Buntu Pancalang Kebakaran, Pemilik Rugi Ratusan Juta Rupiah

Pernyataan tersebut sekaligus meredam spekulasi politik, yang sebelumnya menempatkan nama Dian sebagai salah satu figur yang berpotensi menjadi pesaing kuat Asep Setia Mulyana (ASM), petahana Ketua DPD Golkar Kuningan dalam musda mendatang.

Dian menegaskan, dirinya saat ini ingin lebih fokus menjalankan mandat sebagai kepala daerah. Posisi sebagai bupati memiliki tanggung jawab yang melekat dan membutuhkan konsentrasi penuh, dalam mengelola pemerintahan serta pembangunan daerah.

“Yang pasti DPP berhitung yang lebih ahli. Saya menghargai orang yang senior dan lebih ahlinya,” katanya.

Ketika kembali ditanya siapa figur yang dimaksud sebagai sosok yang lebih ahli dan layak memimpin Golkar Kuningan, Dian tidak secara terbuka menyebut nama.

“Saya serahkan yang lebih ahli saja. Saya bisanya hanya di pemerintahan. Kalau di politik saya harus banyak belajar dulu,” ucapnya.

Saat ditanya lagi apakah Asep Setia Mulyana itu figur yang dianggap lebih ahli, Dian pun tak membantahnya meski enggan menyebut nama.

“Ya semua juga sudah tahu ahlinya siapa,” katanya sambil tersenyum.

Bagi Dian, untuk saat ini memilih menjalankan perannya sebagai kepala daerah, dan menyerahkan urusan kepemimpinan partai kepada kader yang dinilai lebih matang serta berpengalaman dan sukses membesarkan partai. (ags)

0 Komentar