RADARCIREBON.ID – Jumlah penduduk laki-laki di Kota Cirebon sedikit lebih banyak dibandingkan perempuan. Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester I 2026, total penduduk Kota Cirebon mencapai 360.099 jiwa.
Dari jumlah tersebut, penduduk laki-laki tercatat 180.667 jiwa, sedangkan perempuan sebanyak 179.432 jiwa. Dengan demikian, jumlah laki-laki lebih banyak 1.235 jiwa.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon, Andi Armawan, mengatakan DKB menjadi salah satu gambaran terkini kondisi administrasi kependudukan di Kota Cirebon.
Baca Juga:Bidik Teknologi PSEL untuk Olah Seribu Ton Sampah Penuh Lubang, Aspal Mengelupas, Jalan dr Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon Rusak
“Data DKB tersebut menjadi salah satu gambaran terkini mengenai kondisi administrasi kependudukan di Kota Cirebon,” ujar Andi.
Selain jumlah penduduk, DKB juga mencatat sebanyak 264.785 warga merupakan wajib memiliki KTP-el yang tersebar dalam 120.660 kartu keluarga.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 262.264 warga telah melakukan perekaman KTP-el. Dengan demikian, masih terdapat 2.521 warga yang belum melakukan perekaman.
“Capaian perekaman KTP-el di Kota Cirebon telah mencapai 99,05 persen,” jelas Andi.
Sementara itu, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) masih relatif rendah. Disdukcapil mencatat baru 30.241 warga atau 12,57 persen yang telah mengaktifkan IKD.
Kecamatan Harjamukti menjadi wilayah dengan jumlah aktivasi IKD terbanyak, yakni 11.287 warga. Berikutnya Kecamatan Kesambi sebanyak 8.126 warga, Lemahwungkuk 4.213 warga, Kejaksan 4.182 warga, dan Pekalipan 2.433 warga.
Di sektor administrasi kependudukan anak, kepemilikan akta kelahiran bagi anak usia 0–18 tahun tercatat sebanyak 21.471 anak atau 96,61 persen.
Adapun kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) mencapai 60.245 anak atau 63,21 persen.
Baca Juga:Jalan Ambles Makin Parah, Pemkab Cirebon Didesak Segera Lakukan Perbaikan Di Balik Kasus Pencabulan Remaja Disabilitas di Jagasatru, Pelaku Baru Lulus SMA, Keluarga Korban Tutup Pintu
Andi menegaskan, data kependudukan yang akurat diperlukan sebagai dasar perencanaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
“Data DKB Semester I 2026 sekaligus menjadi gambaran perkembangan kependudukan Kota Cirebon serta capaian pelayanan administrasi,” pungkasnya. (ade)
