SEBANYAK 8 orang warga Pesisir yang reaktif rapid test menolak isolasi di Diklat BKKBN. Namun mereka diwajibkan melakukan perawatan di rumah sakit bila hasil swab menyatakan positif corona virus disease (covid-19).
Seperti diketahui, mereka yang reaktif secara rapid test belum semua mau melakukan isolasi mandiri di tempat yang telah disediakan pemerintah daerah Kota Cirebon. Mereka memilih tinggal di rumah masing-masing.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Edy Sugiarto MKes mengatakan, isolasi di RS adalah sesuatu yang wajib dilakukan. Bola reaktif rapid test masih diberikan kelonggaran, namun saat positif berdasarkan test PCR sudah tidak ada lagi kompromi karena menyangkut kebaikan bersama.
“Kita lihat hasil swab yang keluar antara Selasa atau Rabu (9-10/6), kalau positif langsung dicabut. Mau nggak mau, harus,” tegas Edy, kepada Radar Cirebon.
Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Cirebon dr Sri Laelan Erwani mengatakan, selain kepada 8 orang warga Pesisir yang reaktif, Dinkes juga menargetkan swab test kepada 5 orang lain. Mereka non reaktif ketika dilakukan rapid test. Kelimanya adalah anak-anak serta tetangga pasien terkonfirmasi positif Klaster Pesisir.
“Jadi totalnya 13 orang, mereka adalah orang-orang terdekat pasien positif. Kendalanya, belum semua mau untuk rapid,” ungkapnya.
Laelan memohon kepada pasien terindikasi tertular itu agar mau dilakukan isolasi di Diklat-KB agar tidak menimbulkan risiko terhadap yang lain. Apalagi, Pemerintah Daerah Kota Cirebon menjamin biaya hidup pribadi dan keluarga selama mereka dilakukan isolasi sambil menunggu hasil swab.
Selama melakukan pemeriksaan di rumah sakit ataupun isolasi di Diklat-KB, semua biaya ditanggung pemkot. Untuk itu, ia meminta masyarakat jangan khawatir dan mau menuruti anjuran dari tim dinkes ataupun puskesmas.
“Perlu juga disosialisasikan bahwa apabila masuk RS itu free, biaya pemerintah yang tanggung. Kemudian untuk yang tidak mampu yang isolasi di Diklat-KB, keluarga terdampak akan diberikan bantuan,” bebernya.
Selain reaktif rapid test, dari 13 orang yang seharusnya melakukan test swab, diketahui ada beberapa yang menolak. Mereka masih diupayakan untuk mengikuti pengambilan spesimen tersebut, agar mendapatkan kepastian statusnya.
Hasil Swab Pasien Reaktif Keluar Selasa
