EMPAT orang positif corona di Kota Cirebon diketahui berasal dari kawasan Pesisir Kelurahan Panjunan dan Kelurahan Sunyaragi. Karena itu, dua klaster tersebut menjadi sasaran pelaksanaan swab test, kemarin. Dalam pelakasaannya, antuasiasme warga berbeda. Lebih banyak di Sunyaragi dibanding Pesisir.
Pantauan Radar, animo masyarakat di dua lokasi itu cukup kontras. Pelaksanaan swab test di lingkungan RT 06 RW 10 Kelurahan Sunyaragi diikuti antusias warga sekitar. Warga yang menjalani swab test melebihi jumlah kuota peserta yang ditargetkan.
Kepala Puskesmas Sunyaragi, Suharto, mengatakan swab test masal dilakukan sesuai prosedur. Manakala terdapat warga di sebuah lingkungan terkena Covid-19, maka langsung dilakukan tracing oleh petugas surveilance Puskemas Sunyaragi.
Dari hasil tracing tersebut didapati puluhan warga yang pernah kontak dan berinteraksi dengan dua pasien tersebut. Sehingga, dilakukan penanganan berupa testing melalui metode swab. “Kuotanya 60 orang, tapi antusias warga di sini sangat tertarik untuk mengikuti swab test. Pesertanya kita hitung sampai 68 orang,” ujarnya kepada Radar.
Tokoh masyarakat setempat, Ismail, mengatakan, warga selalu mengikut informasi dari pemerintah. Protokol kesehatan juga dilakukan sejak jauh-jauh hari. Warga luar yang masuk juga dicek di pintu gerbang. Bahkan, tukang sayur pun hanya boleh berjualan di depan gerbang kompleks.
Ismail mengungkapkan memang ada salah satu warga di lingkungan tersebut yang terkena Covid-19 setelah melakukan perjalanan dari luar kota atau dari daerah episentrum. “Antisipasi itulah maka warga di sini jadi perhatian. Makanya tadi warga yang ikut juga antusias, untuk memastikan kondisi mereka baik-baik saja,” ujarnya.
Kondisi sebaliknya terjadi pada pelaksanaan swab test di kawasan Kelurahan Panjunan. Bertempat di halaman kantor kelurahan, swab test masal tersebut semula ditargetkan dapat menyasar proses skrining terhadap 100 warga. Namun hingga ditutup hanya terjaring 40 orang peserta.
Lurah Panjunan Didi Cardi menatakan pihaknya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan RT/RW setempat agar warganya bisa mengikuti swab test. Namun, memang tidak bisa dipaksakan agar mereka dihadirkan ke lokasi swab test.
“Memang tidak bisa dipaksanakan, walaupun sudah beberapa kali diberikan imbauan. Tapi, kalau yang keluarga terdekat dari dua pasien positif yang sembuh itu bersedia saat dibujuk untuk mengikuti swab test,” ujarnya.
Klaster Sunyaragi-Pesisir Jalani Swab Test, Antusiasnya Tak Sama
