CIREBON – Memasuki new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB), warga telah beraktifitas dengan normal. Hal ini pun juga berdampak terhadap jumlah produksi harian di Kota Cirebon.
Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Gandi SSTP MSi mengatakan, sejak dibukanya kembali pusat pusat kegiatan masyarakat, angka produksi sampah mengalami peningkatan sekitar 200 meter kubik.
Peningkatan ini cukup signifikan dibandingkan saat masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) beberapa waktu sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa tempat seperti pusat perbelanjaan, restoran dan tempat tempat keramaian lainya sudah kembali beroperasi.
“Saat ini setiap hari produksi sampah sudah mencapai 500 sampai 600 meter kubik. Saat masih PSBB, paling hanya sekitar 300 sampai 400 meter kubik setiap hari,” jelas Gandi saat ditemui di kantornya, kepada Radar Cirebon, Senin (6/7).
Meski demikian, angka itu masih di bawah rata rata harian produksi sampah saat normal, atau sebelum merebaknya wabah Covid-19, pertengahan Maret Lalu. Biasanya, produksi rata rata sampah harian di Kota Cirebon mencapai 800 kubik
Menurut Gandi, beberapa Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang terpantau mengalami lonjakan adalah TPS Bima dan TPS Jl Cipto Mangunkusumo.
“Kalau di (TPS) Bima, sudah pasti mengalami lonjakan. Karena memang disana ada pasar dadakan dan setiap harinya juga cukup ramai,” ungkap mantan Lurah Pekiringan tersebut.
Kendati begitu, dirinya mengatakan bahwa pelayanan sampah tetap berjalan normal. Termasuk layanan TPS Mobile yang melayani warga di kelurahan kesambi dan pekiringan.
“Semuanya masih tetap sama. Baik ada PSBB atau AKB petugas kita tetap bekerja seperti biasa. Termasuk TPS Mobile juga masih tetap jalan,” tuturnya.
Di beberapa TPS, kata dia, masih ada beberapa yang ritasinya dikurangi karena produksi sampahnya memang tidak banyak. Contohnya di TPS Tuparev, pengangkutan dua sampai tiga rit sudah cukup. (awr)
AKB, Produksi Sampah Meningkat
