3 Desa di Cirebon Ikuti Desa Cantik, BPS: Desa Kini Jadi Subjek Pembangunan

program Desa Cantik
SINERGI: Bupati Cirebon Drs H Imron MAg menandatangani dokumen kerja sama dengan BPS Kabupaten Cirebon dalam program Desa Cantik, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali menggulirkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) sebagai upaya memperkuat tata kelola data di tingkat desa.

Tahun ini, ada tiga desa di Kabupaten Cirebon yang dipersiapkan mengikuti penilaian Desa Cantik.

Ketiga desa tersebut yakni Desa Babakan Gebang Kecamatan Babakan, Desa Pamengkang Kecamatan Mundu, dan Desa Kalikoa Kecamatan Kedawung.

Baca Juga:Secangkir Kopi dari Lereng Ciremai Hadir di World of Coffee Bangkok 2026Developer Bandel Belum Serahkan PSU, DPRD Cirebon Dorong Revisi Perda

Kepala BPS Kabupaten Cirebon, Januarto Wibowo mengatakan, program Desa Cantik merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan data statistik di desa.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon sebelumnya telah mencatat prestasi membanggakan melalui Desa Karangwangun yang berhasil meraih juara pertama tingkat Jawa Barat pada tahun lalu.

“Alhamdulillah tahun lalu Desa Karangwangun menjadi juara pertama tingkat Jawa Barat. Tahun ini ada tiga desa yang dipertandingkan terkait tata kelola aparat desa dalam penyusunan data statistik,” ujar Januarto.

Dijelaskannya, saat ini desa tidak lagi hanya diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sudah menjadi subjek pembangunan.

Karena itu, keberadaan data yang akurat dan valid di tingkat desa menjadi sangat penting.

“Kita tahu sekarang desa bukan lagi sebagai objek tetapi sebagai subjek. Kalau data sudah tersedia di desa, BPS tidak perlu lagi melakukan sensus secara menyeluruh, cukup melakukan kompilasi data,” katanya.

Selain itu, lanjut Januarto, desa juga dapat mengembangkan potensi dan kearifan lokal berbasis data. Mulai dari data sanitasi rumah warga, kondisi gizi masyarakat hingga potensi infrastruktur desa.

Baca Juga:Retribusi Anjlok, Komisi II DPRD Cirebon Segera Sidak Pasar PalimananHasil Konsultasi soal SE Menteri 7/2026, Disdik Cirebon Pastikan Guru Honorer Tetap Ngajar

“Misalnya pendataan sanitasi rumah, kondisi gizi masyarakat, hingga data potensi desa seperti infrastruktur. Kalau ada desa wisata lalu dikombinasikan dengan Desa Cantik, jadilah Dewi Cantik,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon Drs H Imron MAg berharap, program Desa Cantik dapat terus diperluas ke desa-desa lain di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, validitas data menjadi kunci utama dalam menentukan arah pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah agar program berjalan tepat sasaran.

“Kami berharap kerja sama ini terus dilaksanakan ke desa-desa supaya desa mempunyai data-data yang tepat. Karena membangun itu harus dengan data valid. Kalau datanya tidak valid maka program tidak tepat sasaran,” kata Imron.

0 Komentar