INDRAMAYU – Fenomena tawuran remaja di wilayah Jatibarang, Kabupaten Indramayu, kembali menjadi perhatian masyarakat. Aksi bentrokan antarkelompok remaja yang terus terjadi dari tahun ke tahun dinilai menunjukkan bahwa upaya penanganan, baik dari sisi penegakan hukum maupun pencegahan, belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap para pelaku.
Tokoh pemuda Jatibarang, M Atta mengaku prihatin melihat kasus tawuran yang terus berulang. Menurutnya, persoalan tersebut bukan kejadian baru, melainkan sudah lama menjadi bagian dari masalah sosial di wilayah Jatibarang.
“Sejak saya masih sekolah sekitar tahun 2014 sampai 2015, Jatibarang memang sudah dikenal rawan tawuran. Wilayah ini sejak dulu sering menjadi lokasi bentrokan antarkelompok,” kata Atta.
Baca Juga:Guru Swasta di Indramayu Mengadu ke DPRD, Minta Perhatian Pemerintah soal KesejahteraanTerkait Perubahan Susunan Perangkat Daerah, DPRD Indramayu Bentuk Pansus
Ia menilai, pola tawuran saat ini juga mengalami perubahan. Jika dulu bentrokan terjadi secara spontan, kini para pelaku dinilai lebih terorganisir dan berani. Media sosial bahkan kerap dimanfaatkan untuk saling menantang dan menentukan lokasi pertemuan sebelum melakukan aksi tawuran.
Kondisi tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena berpotensi mengganggu keamanan masyarakat, terutama di kawasan permukiman warga dan jalur Pantura yang ramai dilintasi kendaraan.
Seperti diketahui, insiden tawuran antar remaja yang masih berstatus pelajar terjadi di wilayah Jalan Pantura, tepatnya di Jembatan Cimanuk, Desa Jatibarang Baru, Senin (4/5/2026) petang. Peristiwa tersebut bahkan menelan korban jiwa dan menjadi perhatian serius pemerintah desa setempat.
Untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang, Pemerintah Desa (Pemdes) Jatibarang Baru terus memaksimalkan patroli sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, sekaligus mencegah aksi tawuran pelajar yang meresahkan masyarakat.
“Kami selaku Pemdes Jatibarang Baru selalu memberikan edukasi kepada para pemuda melalui pendekatan dan penyuluhan, serta mengarahkan mereka pada kegiatan-kegiatan positif,” ujar Kuwu Jatibarang Baru, Abdul Fitri, Jumat (8/5/2026) lalu.
Selain itu, Abdul menyebut, Pemdes Jatibarang Baru juga bekerja sama dengan seluruh unsur terkait, mulai dari Pemerintah Kecamatan Jatibarang, Polsek Jatibarang, Koramil Jatibarang, hingga lembaga desa seperti RT, RW, Karang Taruna, dan masyarakat setempat untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.
“Kami juga memberikan penekanan kepada para orang tua agar selalu memonitor anak-anaknya, memberi batasan jam keluar rumah, dan yang terpenting memeriksa telepon genggam mereka, apakah ada grup-grup yang mencurigakan. Karena aksi tawuran pelajar kemarin itu sudah direncanakan sebelumnya, dan yang miris sampai menimbulkan korban jiwa,” tuturnya.
