Petugas Terobos Pintu Berlapis RSUD Arjawinangun, Sempat Ada Detak Jantung

Petugas Terobos Pintu Berlapis RSUD Arjawinangun, Sempat Ada Detak Jantung
KASUS GANDIR: KasiPelayanan Medis RSUDArjawinangun dr H EdiJubaedi MM membeberkankronologi pasien S melakukanbunuh diri, kemarin.CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
0 Komentar

Menurutnya, pikiran pasien yang berada di ruang aditasi biasanya selalu mencari celah untuk melakukan hal-hal tertenty. Pasien ini bisanya masih dihantui keinginan-keinginan yang masih belum terealiasikan. “Kebetulan pasien tersebut (pasien S, red) juga ada kecenderungan untuk melakukan bunuh diri,” ujar Edi.
Seperti diberitakan, S (30) ditemukan dengan posisi sudah menggantung menggunakan sarung. Peristiwa itu terjadi Jumat malam (10/7) sekitar pukul 20.00. Pasien S ini masuk ke RSUD Arjawinangun pada Rabu (8/7). Dalam perawatan, pria asal Kecamatan Arjawinangun itu ditempatkan di ruang khusus. Keluarga membawakan sarung untuk tujuan selimut. Ternyata sarung itulah yang digunakan untuk gantung diri.
“Sudah beberapa kali melakukan upaya bunuh diri. Yang sekarang di RSUD Arjawinangun dengan cara gantung diri menggunakan sarung yang didapat dari keluarganya. Padahal sarung itu untuk tujuan selimut. Sudah klarifikasi ke keluarga. Pihak keluarga juga menerima karena sudah takdir,” kata Sariamir, salah satu aparat desa dari tempat tinggal S.
Kuwu Subur dari desa asal tinggal S juga membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan aparat desa juga sudah berkali-kali menggagalkan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh S. “Dia warga kami. Kalau dia sudah tidak aneh. Dia berkali-kali melakukan upaya bunuh diri tapi gagal. Cuma dia kadang kambuh, kadang sembuh. Kalau sembuh dia melakukan aktivitas seperti biasa. Bahkan sempat kerja juga,” kata kuwu.
Kuwu mengakui pihaknya mendapat kabar kalau S bunuh diri di dalam RSUD Arjawinangun. Pihaknya pun langsung bergegas menjemput jenazah. “Kami dari aparat desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa ada menjemput korban. Pagi hari korban kemudian dikebumikan di pemakaman umum di desa,” katanya.
Ayah S, M (63), mengaku sejak 2016 banyak hal yang berubah setelah S diduga mempelajari ilmu gaib. “Awalnya diajak teman, lalu belajar dari buku. Awalnya mengamalkan puasa. Terus mulai sakit. Kalau ada guru sih pasti bener. Tapi ini sih gak ada guru,” kata M saat ditemui Radar, Sabtu siang (11/7) sekitar pukul 13.00 WIB.
Dari belajar ilmu gaib itu, S mulai bersikap aneh seperti mengalami gangguan jiwa. Ia berkali-kali melakukan percobaan bunuh diri. Dari mulai lompat dari pohon mangga, hingga lompat dari tower seluler. Untungnya, semua upaya percobaan bunuh diri itu gagal. Bahkan berhasil sembuh tanpa cacat.

0 Komentar