MASA pandemi ini harus pandai-pandai mencari peluang penghasilan tambahan. Seperti yang dilakukan Sarwedi yang berkreasi membuat miniatur kapal laut. Berbekal batang bambu, mampu dijadikan kerajinan kreatif bernilai artistik dan ekonomis tinggi.
Warga Jalan Diponegoro Selatan, RW 04 Kelurahan Kesenden Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon ini mulanya iseng-iseng membuat kreasi berbagai jenis miniatur kapal laut, yang sudah dibuatnya dalam beberapa model. Misalnya, kapal naga Thionghoa, kapal layar nelayan dan kapal lainnya.
Pengusaha warung makan yang turut merasakan dampak perekonomian karena pandemi Corona ini menjelaskan, kreatifitas tersebut bermula ketika dirinya mengisi waktu luang usai beraktivitas membuka warung makan. Berbekal peralatan seadanya kerangka miniatur mulai dibuat dan disusun.
Sarwedi memang punya pengalaman dalam membuat kreasi dari bambu, tapi itu sudah sangat lama dia tidak menekuninya lagi. Sehingga perlu latihan dan mengasah bakatnya kembali. Waktu luang yang lebih panjang di sela kesibukan membuka warung makan, dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Memang dulu membuat miniatur masjid, sudah lama sekali. Sekarang dicoba buat diasah lagi, akhirnya bisa juga membuat miniatur kapal laut. Sudah dua bulan saya menjalani kreasi ini, mengisi waktu luang di tengah pandemi,” ujarnya, kemarin (8/8).
Sambil menyelam minum air miniatur yang dibuatnya sendiri, menarik perhatian warga yang berkunjung ke warung makannya. Melihat keunikan miniatur yang dibuatnya membuat warga membelinya untuk dijadikan hiasan di rumah.
“Mereka ada yang langsung beli, ada juga yang pesan terlebih dahulu. Kalau yang pesan dulu biasanya memberikan contoh bentuk kapal yang akan dibuatnya, nanti dari situ baru saya buat,” ungkap Sarwedi.
Adapun sejumlah konsumen yang sudah membeli miniatur buatannya, seperti dari warga, kemudian Polairud untuk mereka jadikan hiasan. “Ada yang bilang unik bentuknya, sehingga tertarik ingin membelinya. Padahal saya tidak niat untuk dijual karena iseng saja awalnya untuk mengisi kekosongan waktu luang saat pandemi,” jelasnya.
Miniatur kapal yang dibuat oleh Sarwedi membutuhkan waktu yang berbeda-beda, tergantung tingkat kerumitan bentuk. Ada yang tiga hari sampai dengan satu minggu.
Hasilkan Kreasi Bernilai Ekonomi
