Meski miniaturnya kapal laut miliknya sudah sebagian diminati, Sarwedi tidak mematok harga sendiri. Harganya masih diangka Rp150-300 ribu saja, itupun tergantung tingkat kerumitan bentuknya.
“Karena memang saya mengakui tingkat kerapihan cat miniaturnya, kemudian lem perekatnya masih belum maksimal. Tapi mereka yang sudah membeli, alhamdulillah tidak ada yang komplain,” katanya.
Namun untuk ke depannya sendiri warga asli Brebes Jawa Tengah itu berencana menggelutinya sebagai usaha rumahan sebagai tambahan sumber penghasilan eknomi. Bahkan, berbagai alat pendukung seperti alat semprot cat juga sudah ada untuk mendukung lebih maksimal.
Tidak hanya dari bahan bambu, Sarwedi juga kerap membuat kerajinan dari bahan lainnya, seperti dari kertas yang sudah tidak terpakai. (azs)
Hasilkan Kreasi Bernilai Ekonomi
