Nama Dicatut, Pegawai Honorer ‘Mendadak’ Jadi Pemilik Ferrari Rp4,2 Miliar

Ferrari
Pegawai honorer di Kabupaten Kuningan tiba-tiba tercatat sebagai pemilik mobil mewah Ferrari. foto ilustrasi (ist)
0 Komentar

KUNINGAN– Dugaan penyalahgunaan data pribadi kembali menjadi sorotan setelah seorang pegawai honorer di Kabupaten Kuningan tiba-tiba tercatat sebagai pemilik mobil mewah Ferrari.

Kasus ini mencuat setelah nama Rizal Nurdimansyah, warga Kelurahan Winduherang, Kecamatan Cigugur, muncul dalam dokumen kepemilikan kendaraan bernilai miliaran rupiah yang tidak pernah ia beli.

Rizal mengaku sangat terkejut saat mengetahui identitasnya tercantum sebagai pemilik satu unit Ferrari 458 Speciale Aperta dengan nilai sekitar Rp4,2 miliar. Ia menegaskan tidak pernah melakukan transaksi pembelian maupun memiliki kendaraan tersebut.

Baca Juga:15 Hektare Sawah di Darma Diserang Hama Tikus, Pemda Turun TanganPemkab Majalengka Mulai Menata Kabel Udara, Bupati Eman Dorong Kota Lebih Rapi 

Merasa dirugikan, Rizal mendatangi Polres Kuningan pada Rabu (15/4/2026), untuk memberikan klarifikasi sekaligus melaporkan dugaan pencatutan identitas yang menimpa dirinya. Ia menyatakan tidak pernah membeli mobil tersebut dan mengaku kaget ketika mengetahui namanya dipakai dalam dokumen kendaraan mewah itu.

“Saya tidak pernah membeli mobil itu. Kaget sekali saat tahu nama saya dipakai,” ujar Rizal di Mapolres Kuningan.

Menurut pengakuannya, dugaan pencatutan identitas ini mulai terendus sejak awal April 2026. Saat itu, ia menerima telepon dari seseorang yang tidak dikenal yang meminta izin untuk menggunakan KTP miliknya dalam transaksi pembelian mobil. Permintaan tersebut langsung ia tolak.

Tidak berhenti di situ, upaya serupa disebut kembali dilakukan oleh pihak lain. Kali ini, Rizal mengaku sempat ditawari uang sebesar Rp5 juta agar bersedia identitasnya dipakai. Namun, ia tetap menolak karena khawatir akan risiko hukum dan persoalan lain yang dapat muncul di kemudian hari.

Kasus ini semakin menguat setelah beredarnya dokumen faktur kendaraan yang mencantumkan nama Rizal secara lengkap sebagai pemilik mobil. Dalam dokumen tersebut, transaksi pembelian Ferrari mewah itu tercatat dilakukan pada Januari 2026 melalui distributor resmi di Jakarta. Tak hanya nama, alamat lengkap Rizal di Winduherang juga tercantum dalam dokumen itu.

Ironisnya, data yang digunakan terbilang akurat, sehingga menimbulkan kekhawatiran adanya kebocoran atau penyalahgunaan data kependudukan.

Menanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian membenarkan telah menerima aduan dari korban. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya ketidaksesuaian pada identitas yang digunakan.

0 Komentar