Keluhan juga datang dari salah seorang suami nasabah PNM Mekaar. Dia adalah Suhandi. Warga Blok 1, Desa Kedondong, Kecamatan Susukan. Suhandi jengkel banpres istrinya tak kunjung cair. Padahal ia sudah pinjam utang ke tetangga dan menjadikan banpres dari PNM Mekaar itu sebagai jaminan untuk bayar.
Janji penyuluh di lapangan, katanya, empat hari setelah menerima ATM saldo Rp2,4 juta tersebut bisa diambil. Faktanya, belum cair sampai saat ini.
“Di buku tabungan itu bulan sembilan sudah masuk. Tapi dicek tidak ada uangnya,” katanya.
Sebelumnya, untuk bisa mendapatkan ATM dan buku tabungan, Suhandi mengatakan, nasabah harus terlebih dahulu melunasi tunggakan yang ada. Ya, seluruh nasabah yang memiliki tunggakan. “Kalau tunggakan tidak ditutup semua, bantuan tersebut tidak bisa dicairkan. Dicoret namanya,” katanya, meneruskan apa yang disampaikan penyuluh PNM di lapangan.
Ketika dikonfirmasi terkait itu, Kepala Cabang PNM Mekaar di Kecamatan Susukan membantah. “Tidak benar,” tandas kepala cabang perempuan yang enggan menyebutkan nama itu.
Terkait waktu pencairan yang molor, Suhandi mengaku tak pernah mendapat kejelasan dari PNM Mekaar. Hanya diminta tunggu dan tunggu. “Awalnya prosedurnya memang seperti itu. Kita sudah serahkan berkas nasabah ke BNI, tapi tidak tahu kenapa belum cair,” dalih kepala cabang tadi.
BARU DAPAT SEKALI
Berbeda kasus dengan di atas, salah seorang warga Kota Cirebon bernama Silviana Indah mengaku bersyukur telah menerima bantuan Covid-19. Namun ia juga masih bingung, jenis bantuan apa yang diterima. Tak ada informasi lain yang disampaikan penyalur bantuan melalui aplikasi online tersebut. Pun, bantuan sembako dan uang tunai itu hanya singgah satu kali pada 29 Oktober lalu.
“Yang menyerahkan ke rumah, mbak-mbak pakai jaket Gojek. Ditanya ini dan itu, tapi tidak jawab. Dia malah sibuk fotoin barang dan hanya mengatakan kalau itu bantuan dari pemerintah,” kata perempuan asal Perumnas Kota Cirebon tersebut.
Bantuan diterima berupa uang tunai senilai Rp100 ribu. Dan paket sembako berupa: 5 pcs masker, 10 kg beras, 4 kaleng sarden, 1 kaleng kornet, 1 liter minyak goreng, 5 pcs susu UHT ukuran sedang, dan 2×100 gram garam.
Bansos Dikorupsi, Banpres Juga Tidak Jelas
