Bansos Dikorupsi, Banpres Juga Tidak Jelas

Emak-emak-Kisruh-Banpres
Pertemuan rutin nasabah dan PNM Mekaar di Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan. Mereka mempertanyakan kenapa banpres tak kunjung bisa cair. Foto: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

Bantuan sosial berupa sembako dijarah oleh Menteri Sosial Juliari P Batubara Rp10 ribu per paket. Di sisi lain, bantuan presiden Rp2,4 juta tak kalah carut-marut. Di Cirebon, sejumlah emak-emak pun kesal karena sudah menunggu dua bulan, tapi tak kunjung cair.

***
EMAK-emak ini sudah terlanjur jengkel. Pertanyaan mereka hanya satu, kenapa bantuan presiden (banpres) Rp2,4 juta melalui PNM Mekaar tak kunjung bisa cair. Bahkan ada yang hingga dua bulan?
“Empat hari kerja dengan catatan dokumennya sudah sesuai,” ujar Pemimpin Bidang Pelayanan Nasabah Bank BNI Cabang Cirebon Andik Setiawan Sanjaya. Dia menjelaskan dalam waktu tersebut, blokir rekening akan dibuka dan saldo Rp2,4 juta itu bisa diambil. Dengan catatan dokumen yang diserahkan telah sesuai.
Yang dimaksud dokumen itu ada tiga. Yakni Surat Pernyataan Penerima Bantuan (SPPB), Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPJM) dan form pembukaan rekening. “Semua persyaratan sudah saya serahkan,” kata Rumini, kemarin. Perempuan asal Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan itu tak kunjung menerima kepastian dari penyuluh PNM Mekaar di lapangan kapan uang Rp2,4 juta bisa diambil.
Tak hanya Rumini. Nasabah lain di Desa Ujunggebang, ketika kemarin melakukan perkumpulan rutin tiap minggu, juga bertanya-tanya. Soal kepastian pembukaan blokir rekening. Mereka merasa tidak mendapat informasi yang utuh dari PNM Mekaar di wilayahnya.
Sementara pihak PNM Mekaar wilayah Kecamatan Susukan, Reja mengatakan, kalau setiap harinya dokumen yang diserahkan kepada pihak BNI terbatas. Yakni 50 orang setiap harinya. “Jadi harus sabar,” katanya.
Reja juga menyarankan nasabah untuk datang ke kantornya jika ada keluhan. Lalu bertemu dengan atasannya. “Silakan datang ke kantor saja ketemu dengan atasan saya biar jelas,” lanjutnya.
Selain itu, ada juga salah seorang penerima asal Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan, NIK sudah terdaftar sebagai calon penerima banpres Rp2,4 juta. Namun ATM tak kunjung diterima. Setelah dicek di bank setempat, rupanya ATM tersebut atas nama orang lain.
Sebagai informasi, ini adalah banpres melalui PNM Mekaar yang bekerja sama dengan BNI sebagai bank penyalur. Banpres diberikan kepada nasabah PNM Mekaar yang memiliki UMKM. Atas peristiwa kekeliruan itu, customer service Bank BNI KC Arjawinangun menyarankan penerima bantuan untuk berkonsultasi dengan PNM Mekaar.

0 Komentar