Sebelumnya pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menduga data kurs rupiah sebesar 8.170,65 per dolar AS pada tampilan Google merupakan serangan peretas (hacker). Ia berpendapat para peretas mempermainkan nilai tukar rupiah sebagai ekspresi kekecewaan mereka.
Asumsi itu mempertimbangkan target Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Data kurs rupiah pada Google itu, menurut Ibrahim, adalah cara peretas menunjukkan bahwa rupiah bisa bernilai Rp 8.000 jika pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 8 persen.
Padahal, terdapat perbedaan prediksi dari berbagai pihak. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya di kisaran 4,8 persen-5,1 persen, sedangkan Kementerian Keuangan memproyeksikan 5,2 persen. BI juga sempat merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 3,3 persen.
Baca Juga:Kejutan Final Kepagian Babak Play-OFF Di Liga Champions, Undian Mepertemukan Madrid VS Manchester CityGara – gara Ini Laki – laki Ini Tega Membunuh Dan Memutilasi Jasad Dalam Koper Di Hotel
Ibrahim menjelaskan kondisi ekonomi kelas menengah ke bawah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait risiko adanya lonjakan pengangguran. Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersentralisasi dikhawatirkan tidak optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika konsumsi masyarakat meningkat tetapi investasi stagnan, maka ekonomi sulit untuk tumbuh signifikan.
Sementara itu, dari segi perekonomian global, kebijakan Presiden AS Donald Trump dikhawatirkan akan mempengaruhi kinerja perekonomian Indonesia. Pada bulan Januari dan Februari, diperkirakan akan terjadi perang dagang antara AS dengan Cina, Eropa, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, Trump juga mengancam akan memberikan denda 100 persen kepada negara-negara anggota BRICS yang tidak menggunakan dolar AS dalam perdagangan internasional.
