Menutup kegiatan tersebut, Toto mengajak seluruh warga Desa Kasturi untuk menjadikan sektor pendidikan sebagai pondasi utama dalam membangun kemajuan desa.
“Jika pendidikan di desa maju, maka generasinya akan tumbuh kuat dan berkualitas. Perda ini adalah milik kita semua, jadi mari kita pastikan pelaksanaannya benar-benar berjalan,” ujarnya penuh semangat.
Sebelum ke Desa Kasturi, Toto Suharto menemui warga Desa Kalimati di Kecamatan Japara. Dalam kunjungannya, Toto memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi langsung dengan warga setempat dan mendengarkan berbagai masukan, terutama terkait kebutuhan dasar masyarakat di bidang infrastruktur.
Baca Juga:PT LKM dan PDAU Terus Merugi, DPRD Kuningan Usul Merger BUMDWakasad TNI Tinjau Kesiapan Marshalling Area dan Lahan Pembangunan Batalyon di Kuningan
Keluhan utama yang disampaikan warga adalah kondisi jalan desa serta akses jalan menuju lahan pertanian yang rusak dan menyulitkan aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi hasil pertanian dan usaha lokal.
“Persoalan jalan ini sudah lama menjadi keluhan masyarakat, khususnya para petani dan pelaku usaha kecil. Infrastruktur yang buruk sangat memengaruhi pergerakan barang dan orang. Aspirasi ini akan saya bawa ke tingkat provinsi untuk dibahas dalam program pembangunan dan penganggaran,” ujar Toto kepada warga yang hadir.
Tidak hanya fokus pada persoalan fisik wilayah, Toto juga menekankan pentingnya memperkuat fondasi sosial melalui pembangunan ketahanan keluarga.
Toto memperkenalkan dan menjelaskan isi dari Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2014 tentang Ketahanan Keluarga, sebagai bagian dari upaya menyeluruh dalam menciptakan masyarakat yang tangguh.
Menurut Toto, keluarga adalah komponen paling dasar dalam pembangunan bangsa. Ketahanan keluarga bukan hanya soal kondisi ekonomi. Ini juga meliputi nilai-nilai moral, pendidikan anak, spiritualitas, hingga bagaimana orang tua berperan dalam pembentukan karakter anak. Semua dimulai dari dalam rumah.
Ia menambahkan bahwa regulasi tersebut dirancang untuk menciptakan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha guna menciptakan keluarga yang mandiri, kuat, dan harmonis.
“Ini tidak bisa dianggap hanya sebagai wacana formal. Kita butuh aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor agar masyarakat kita sehat secara fisik dan mental,” lanjut politisi asal Kuningan itu.
Baca Juga:Harga Tomat dan Cabai Melesat di Pasar Tradisional KuninganLongsor di Desa Jambar Seret Jalan Lingkungan, Bangunan Rumah Warga Terancam
Toto berharap, selain mengawal perbaikan jalan desa dan sarana lainnya, warga juga semakin sadar akan pentingnya membangun kekuatan keluarga dari dalam. Ia menilai bahwa tantangan zaman sekarang menuntut ketahanan masyarakat tidak hanya di bidang ekonomi, tapi juga dalam aspek sosial dan spiritual.
