Sementara itu, kelompok atas atau orang kaya di Indonesia jumlahnya justru meningkat. Dari yg jumlahnya sekitar 1,02 juta pada 2019, di tahun 2024 naik 1,07 juta jiwa.
Faktanya, orang yang punya tabungan di atas Rp5 miliar naik 4,4% (Januari-Mei 2025). Jadi, pertumbuhan ekonomi yang katanya 5,12% itu dirasakan siapa?
Terus, solusinya bagaimana untuk mengatasi agar kelompok menengah yang rentan ini “terselamatkan”? Bisa jadi pemerintah sudah punya solusi. Solusi jangka pendek yang bisa dilakukan. Misalnya dengan memberikan bansos yang tepat sasaran. Untuk jangka panjangnya, pemerintah harus memastikan tersedianya lapangan kerja. Caranya dengan meningkatkan investasi di sektor padat karya.
Baca Juga:Gempa Kamchatka Rusia Tak Ada Apa-apanya, Zona Megathrust Indonesia Lebih DahsyatGelombang Tsunami Rusia Sudah Sampai Jepang, BMKG: Sampai di Indonesia Pukul 14.52 WITA
Minimal, tiap mengambil kebijakan jangan membikin kelas menengah (kelompok rentan) atau miskin menjadi makin kesusahan. Jadi, pertumbuhan ekonomi sekarang memang terasa atau cuma angka statistik tanpa makna belaka?
