INDRAMAYU – Perum Bulog Cabang Indramayu mulai menyalurkan program Bantuan Pangan (Banpang) dari pemerintah untuk alokasi dua bulan, yakni Oktober dan November 2025. Penyaluran perdana dilakukan di Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, pada Jumat (7/11/2025).
Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Margadadi dan dihadiri langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu Sugeng Heryanto, serta unsur Muspika Kecamatan Indramayu.
Dalam kesempatan itu, Bupati Lucky Hakim menyampaikan bahwa kehadirannya bersama jajaran Bulog Cabang Indramayu bertujuan untuk memastikan penyaluran bantuan pangan dari Pemerintah Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) berjalan lancar, terutama pada hari pertama distribusi.
Baca Juga:Chelsea Libas Wolves 3–0, Enzo Maresca Puji Aksi Gemilang Wonderkid EstevaoBupati Indramayu Terima Rekomendasi BPD untuk Aktifkan Kembali Kuwu Sukaslamet
“Untuk alokasi dua bulan, setiap penerima manfaat mendapat bantuan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Jadi, total yang diterima warga adalah 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujarnya.
Di Kelurahan Margadadi sendiri terdapat 604 penerima bantuan pangan (PBP) untuk alokasi Oktober dan November 2025. Jumlah tersebut menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya yang mencapai 634 PBP.
“Secara keseluruhan, di Kabupaten Indramayu penerimanya sekitar 200 ribu lebih sedikit, atau berkurang sekitar 9.000 penerima. Data penerima diperbarui oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang berkolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Bulog yang terus menyalurkan bantuan pangan untuk masyarakat Indramayu,” tambah Lucky.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Indramayu kini tercatat 200.341 PBP, turun dari sebelumnya 209.621 PBP.
“Data penerima berasal dari Data Sosial Ekonomi Nasional (DSE-Nas) Kementerian Sosial. Penurunan jumlah penerima bisa disebabkan oleh meningkatnya kesejahteraan masyarakat, adanya warga yang meninggal dunia, atau pindah domisili. Ini bisa menjadi indikator positif bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat membaik,” terangnya.
Sri menambahkan, untuk alokasi Oktober–November 2025, penerima tidak hanya mendapatkan beras, tetapi juga minyak goreng 2 liter per bulan. Dengan demikian, seluruh 200.341 PBP di Kabupaten Indramayu akan menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
