Sementara itu, Direktur Utama Perumdam TDA Indramayu, Nurpan menyampaikan bahwa pasokan air baku dari Tirta Kamuning belum memenuhi komitmen MoU. Dari kewajiban 405 liter per detik, TDA hanya menerima sekitar 94–96 liter per detik.
Nurpan menyebut, kondisi tersebut membuat perusahaan menanggung kerugian hingga Rp2 miliar per bulan. Jika pasokan dari Kuningan terus bermasalah, pihaknya akan mempertimbangkan alternatif lain, termasuk menjajaki kerja sama dengan PDAM Kabupaten Cirebon, melalui jaringan IPA Arjawinangun atau IPA Bungko. “Setiap bulan kami membayar Rp2 miliar, tetapi volume air tidak sesuai ekspektasi,” kata Nurpan. (han)
