RADARCIREBON.ID- SMAN 3 Cirebon menerapkan sistem verifikasi terbuka dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Orang tua dan calon murid dapat menyaksikan langsung seluruh tahapan pemeriksaan berkas hingga penentuan titik koordinat domisili. Langkah itu dilakukan untuk menjaga transparansi sekaligus meminimalkan potensi komplain saat pengumuman hasil seleksi.
Hingga Kamis siang (11/6/2026) pukul 11.55 WIB, jumlah pendaftar yang telah terverifikasi di SMAN 3 Cirebon mencapai 754 orang. Sementara satu pendaftar masih dalam status perbaikan data, 10 pendaftar dalam proses verifikasi, dan satu pendaftar belum diverifikasi. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena kemarin hari terakhir pendaftaran PCMB yang ditutup pukul 23.59 WIB.
Ketua SPMB sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 3 Cirebon, Asep Suhendar mengatakan secara umum proses verifikasi berjalan lancar. Kendala yang muncul masih dapat ditangani melalui koordinasi dengan helpdesk dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X Jawa Barat.
Baca Juga:BK Undang Nasdem soal HSG, Abdul Wahid: Pada Akhirnya Nanti Ada KeputusanTimnas Indonesia U-19 vs Australia U-19, Bukan Lawan Sembarangan
Menurut dia, kendala terbesar terjadi pada awal pembukaan pendaftaran ketika server belum stabil. Setelah itu muncul beberapa kasus teknis yang membutuhkan penanganan khusus.
Salah satunya ketika ada calon murid yang sebenarnya sudah selesai diverifikasi, tetapi datanya belum muncul pada laman publik dan belum masuk klasemen sementara. “Kami berkoordinasi dengan helpdesk. Setelah diberikan solusi, datanya akhirnya bisa muncul,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Kamis (11/6/2026).
Di ruang verifikasi SMAN 3 Cirebon, suasana kerja terlihat berlangsung intensif. Deretan komputer berjajar di atas meja panjang. Beberapa operator duduk di depan monitor sambil memeriksa dokumen dan data pendaftar satu per satu. Berkas-berkas verifikasi menumpuk di samping perangkat komputer. Telepon seluler dan lembar administrasi tampak selalu berada dalam jangkauan petugas.
Ruangan yang cukup luas itu sengaja disiapkan sebagai pusat layanan verifikasi. Kursi-kursi biru disusun berhadapan dengan meja operator. Sebagian kursi dibiarkan kosong sebagai tempat menunggu bagi calon murid dan orang tua yang datang melakukan klarifikasi data atau menyaksikan proses verifikasi secara langsung.
Yang menarik, posisi monitor di meja pelayanan tidak hanya menghadap operator. Pada beberapa titik, layar monitor dipasang saling membelakangi. Satu layar menghadap petugas, sementara layar lainnya menghadap ke arah calon murid dan orang tua. Sistem tersebut bukan tanpa alasan.
