Tim SAR Temukan Pelajar Hanyut di Sungai Cisanggarung, Kondisi Meninggal

Gio Borneo Sanjaya
EVAKUASI: Tim SAR mengevakuasi Gio Borneo Sanjaya, pelajar yang hanyut di Sungai Cisanggarung setelah ditemukan di dekat Jembatan Desa Benda, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Kamis (11/12/2025). Foto: Ist/bpbd kuningan 
0 Komentar

KUNINGAN–Operasi pencarian terhadap seorang pelajar SMP yang hanyut di Sungai Cisanggarung dilanjutkan pada hari kedua, Kamis (11/12). Tim melakukan pencarian mulai pukul 8.00 WIB dan dapat menemukan korban bernama Gio Borneo Sanjaya pukul 12.55 WIB. Operasi pencarian pun dihentikan pada pukul 13.00 WIB

Pencarian korban hanya di Sungai Cisanggarung ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Kuningan, Basarnas, relawan, TNI, Polri, aparat kecamatan, perangkat desa, hingga pihak keluarga.

Upaya pencarian dilakukan dengan metode susur sungai di sisi kanan dan kiri, serta penyisiran menyeluruh di titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Baca Juga:Dinas PUPR Indramayu: Pembangunan Jalan Jadi Prioritas di Tahun 2026Rumah Warga di Pawidean Terbakar Dini Hari, Damkar Berhasil Kendalikan Api

Setelah proses pencarian yang berlangsung beberapa jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 12.55 WIB di dekat Jembatan Desa Benda, tepatnya di kawasan Blok Leuwi Cadas, Dusun Dua, Desa Benda, Kecamatan Luragung.

“Korban ditemukan setelah tim menyisir area sekitar jembatan. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SMP berusia 14 tahun dilaporkan hilang dan diduga hanyut saat berenang di Sungai Cisanggarung, Desa Benda, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Rabu (10/12). Korban diketahui bernama Gio Borneo Sanjaya asal Desa Kramatmulya, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana membenarkan adanya laporan musibah orang tenggelam tersebut. Menurutnya, Gio merupakan salah satu dari tujuh anak yang tengah berenang di aliran Sungai Cisanggarung ketika peristiwa nahas itu terjadi.

“Korban merupakan satu dari tujuh anak yang sedang berenang. Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan tim gabungan untuk melakukan pencarian,” jelasnya.

BPBD Kuningan mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di area sungai mengingat curah hujan tinggi dan derasnya arus sungai belakangan ini meningkatkan risiko kecelakaan air. (ags)

0 Komentar