Tragedi Tabrakan Mobil MBG, BGN Ungkap Identitas Sopir Pengganti

Mobil MBG
INSIDEN: Kecelakaan yang dialami mobil SPPG pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kalibaru 01, ternyata dikemudikan sopir pengganti, Kamis pagi (11/12/2025). Foto: Disway
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Kasus kecelakaan yang melibatkan mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) berpelat nomor B 2093 UIU di SD Negeri Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, mulai menemukan titik terang. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya menjelaskan sosok pengemudi yang berada di balik insiden tragis tersebut.

Dadan memaparkan bahwa pengemudi yang terlibat kecelakaan bukan sopir utama yang biasa mengoperasikan kendaraan itu, melainkan sopir pengganti yang ditugaskan sementara karena sopir utama sedang sakit. Dalam keterangan kepada wartawan, ia menegaskan bahwa sopir pengganti tersebut memiliki SIM dan tercatat resmi sebagai karyawan di SPPG Walangsari, Jakarta Utara.

Ia menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dalam pelaksanaan tugas pelayanan MBG di sekolah tersebut, yang sudah berlangsung sejak 24 Maret 2025 dan selama ini berjalan lancar. Namun, dalam dua hari terakhir sebelum kejadian, sopir utama dikabarkan sakit sehingga KSPPG memutuskan untuk menurunkan sopir cadangan.

Baca Juga:Yayasan EBU Dorong Penguatan Kepemimpinan Kepala Sekolah di Jawa BaratDisnaker Gelar Uji Kompetensi Peningkatan Produktivitas

“Permohonan maaf atas kelalaian tugas kami ya, pelayanan MBG di SD itu sudah terjadi dari tanggal 24 Maret 2025. Dan sejauh ini lancar, karena dilakukan dengan sebaik-baiknya. Namun dalam dua hari ini, sopir utamanya sakit,” jelas Dadan Hindayana saat konferensi pers di RSUD Koja, Kamis 11 Desember 2025.

Menurut Dadan, secara administrasi dan persyaratan, sopir pengganti seharusnya memenuhi kompetensi mengemudi, namun ia mengakui ada kemungkinan sopir tersebut kurang pengalaman dalam mengemudikan kendaraan yang digunakan saat kejadian.

“Sehingga KSPPG memutuskan untuk ada sopir cadangan. Setelah kami cek, alhamdulillah, sopirnya memiliki SIM, mungkin hanya kurang pengalaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih terus menelusuri penyebab pasti kecelakaan, termasuk prosedur parkir kendaraan yang seharusnya dilakukan di area depan setelah pintu ditutup.

Dadan juga menginformasikan perkembangan data korban. Jumlah korban dalam peristiwa tabrakan di SDN Kalibaru 01 tercatat sebanyak 22 orang. Dari jumlah tersebut, 11 orang sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

Sementara itu, empat korban masih dirawat di fasilitas kesehatan, yakni sebagian di rumah sakit di wilayah Cilincing dan dua orang dirawat di RSUD Koja, Jakarta Utara, termasuk satu orang guru.

0 Komentar