Di tengah geliat dakwah dan pendidikan Islam di Palembang, sosok K.H. Ahmad Idris Kailani sebagai salah satu murid angkatan pertama Habib Umar bin Hafidz, dan pernah menimba ilmu di Hadramaut bersama Habib Mundzir Almusawa, beliau kini aktif mengembangkan majelis dan pondok pesantren. Dalam berbagai kesempatan, K.H. Ahmad Idris Kailani seringkali menekankan pentingnya meneladani amalan para ulama salaf, terutama dalam menyikapi malam-malam yang memiliki keutamaan luar biasa. Salah satu teladan utama yang beliau sering sampaikan adalah amalan Imam Ali bin Abi Thalib.
“Al-Imam Ali bin Abi Thalib,” ujar K.H. Ahmad Idris Kailani, “beliau memiliki amalan khusus, terutama saat memasuki malam pertama bulan Rajab. Beliau yatafaraq lil’ibadah, mencurahkan seluruh waktunya untuk beribadah kepada Allah SWT.” Penjelasan ini menggambarkan betapa pentingnya bagi kita untuk meluangkan waktu khusus untuk beribadah, mencontoh totalitas Imam Ali, terutama di malam-malam yang dimuliakan.
Lebih lanjut, K.H. Ahmad Idris Kailani juga mengutip panduan dari para ulama terdahulu, termasuk Habib Muhammad bin Abdullah al-Haddar, mertua Habib Umar bin Hafidz, yang dikenal sebagai ulama besar pada masanya. “Para ulama,” kata beliau mengutip para ulama, “memberikan tuntunan bagi kita dalam menyikapi malam-malam yang penuh keutamaan. Jika tidak memungkinkan untuk beribadah secara total dari awal hingga akhir malam, setidaknya ada dua hal penting yang harus dijaga.” Dua hal tersebut, lanjutnya, adalah:
Baca Juga:Resep Rahasia Ayam Goreng Pedas yang Bikin Nagih, Cocok Banget Buat Buka Puasa!Fasum Jadi TPS, Warga Bumi Sampiran Indah Cirebon Mengeluh Bau Sampah dan Ancaman Kesehatan
- Shalat Isya berjamaah: Menjaga shalat Isya berjamaah memiliki nilai yang setara dengan beribadah separuh malam.
- Shalat Subuh berjamaah: Menyempurnakan shalat Subuh dengan berjamaah setara dengan beribadah semalam suntuk.
Amalan ini, tegas beliau, sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di malam-malam mulia seperti malam pertama Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, dan terutama malam Lailatul Qadar. Sebab, imbuhnya, keutamaan di malam-malam tersebut dilipatgandakan oleh Allah SWT.
K.H. Ahmad Idris Kailani juga mengingatkan hadits Rasulullah SAW terkait keutamaan shalat berjamaah. “Rasulullah S.A.W. bersabda,” tuturnya, “bahwa orang yang menjaga shalat Isya berjamaah, nilainya sama dengan beribadah separuh malam. Dan jika shalat Subuhnya juga dilaksanakan berjamaah, maka pahalanya setara dengan ibadah semalam suntuk.” Beliau menambahkan, “Terlebih lagi, pahala tersebut berlipat ganda di malam pertama Rajab.”
