RADARCIREBON.ID- Puncak tradisi Buka Sirap Buyut Trusmi di Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Senin (8/6/2026), berlangsung semarak dan dipadati ribuan warga. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai dusun hingga luar daerah memenuhi area kompleks makam keramat Buyut Trusmi untuk mengikuti doa bersama sekaligus prosesi adat pembukaan sirap.
Dalam kegiatan puncak tersebut, panitia membagikan sekitar 5.000 porsi nasi kepada warga yang hadir. Antrean terlihat padat, namun tetap tertib. Sebagian warga membawa wadah sendiri, sementara lainnya menerima paket nasi yang telah disiapkan panitia, yakni nasi yang dibungkus dengan daun jati.
Seusai doa bersama, warga kemudian makan bersama di sekitar lokasi sebagai bagian dari tradisi sedekah bumi dan simbol kebersamaan. Adapun rangkaian kegiatan Buka Sirap Buyut Trusmi telah berlangsung sejak 1 hingga 8 Juni 2026. Kegiatan dimulai dari persiapan awal dan doa pembuka, dilanjutkan kerja bakti massal pada 2-3 Juni, ziarah dan doa pada 4-5 Juni, serta persiapan inti prosesi adat pada 6–7 Juni sebelum puncak pembukaan sirap pada 8 Juni.
Baca Juga:Layanan Haji 2026 Dinilai Meningkat, Exit Meeting Amirul Hajj Hasilkan 10 RekomendasiKPK Lelang Aset Hasil TPK Rp311 Miliar, Termasuk Aset yang Disita dari Mantan Bupati Cirebon Sunjaya
Tradisi yang digelar empat tahun sekali ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Tidak hanya diikuti warga setempat, namun juga pengunjung dari luar daerah yang ingin menyaksikan langsung prosesi adat dan kebersamaan yang terbangun dalam tradisi tersebut.
Meski berlangsung dalam suasana ramai, seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dengan pengaturan panitia dan perangkat desa. Warga tampak mengikuti prosesi dengan khidmat, mulai dari doa bersama hingga pembagian makanan, serta tetap menjaga ketertiban di area lokasi.
Di bagian akhir kegiatan, suasana perlahan kembali tenang setelah seluruh rangkaian selesai. Warga pun meninggalkan lokasi dengan membawa cerita masing-masing tentang tradisi yang sarat nilai sejarah, spiritual, dan kebersamaan tersebut.
Sesepuh Masjid Keramat Ki Buyut Trusmi, Kyai Yanto, menjelaskan bahwa Buka Sirap merupakan tradisi utama yang digelar secara berkala sebagai bentuk perawatan situs adat di kawasan Buyut Trusmi. Menurutnya, prosesi ini tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik perawatan bangunan, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan sosial yang terus dijaga oleh masyarakat.
