Catatan Pertama Gunung Ciremai Meletus, Korban Berjatuhan di Desa Payung Majalengka

kapan gunung ciremai meletus
Ilustrasi Gunung Ciremai meletus dan menyebabkan korban jiwa di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Foto: Ilustrasi - Canva AI - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka menjadi saksi dahsyatnya letusan Gunung Ciremai.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar 328 tahun yang lalu. Erupsi diawali dengan gempa besar yang melanda wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Kemudian situasi mencekam dengan adanya petir dan badai yang disertai dengan muntahan lava panas dari pusat kawah.

Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon

Kejadian letusan tersebut, tergambarkan pada sebuah catatan laporan residen pada 3, Februari 1698.

Surat Residen di Cirebon, Christiaan Krüger, beserta Dewan (Sersan HH Luijden dan Asisten Joannes Merckman) dari Cirebon tertanggal 14 Februari 1698.

Surat itu, ditujukan kepada Gubernur Jenderal Willem van Outhoorn dan Dewan Hindia di Batavia.

Letusan Gunung Ciremai digambarkan sangat dahsyat dalam surat itu. Menyebabkan ratusan manusia tewas di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.

“Pada tanggal 3 bulan ini, sebagian dari Gunung Ciremai telah runtuh,” demikian catatan tersebut dikutip, Selasa, 20, Januari 2026.

Gempa dan letusan tersebut menyebabkan air meluap sedemikian tinggi, sehingga penduduk Desa Payung, baik manusia maupun hewan, meninggal secara mengenaskan karenanya.

Hingga kini, setiap hari masih ada beberapa bagian yang hanyut terbawa arus sungai.

Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta

“Sehubungan dengan hal ini, kami telah melakukan penyelidikan yang semestinya, namun tidak memperoleh keterangan lain selain bahwa sesaat sebelum banjir tersebut, di tengah hujan yang sangat lebat, terdengar suara dentuman petir, dan setelah itu terlihat kejadian yang sangat memprihatinkan ini,” demikian tertulis pada laporan.

Namun, sambung laporan tertulis tersebut, penyebabnya tidak dapat dipastikan dengan pasti, meskipun kini secara umum dikatakan bahwa Gunung Ciremai telah meletus, dan bahwa asap serta api telah keluar dari gunung tersebut.

“Di sekitar sini kami tidak dapat melihat sedikit pun debu halus atau abu, dan kami juga tidak mendengar cerita lain mengenai hal ini selain dari penduduk Desa Payung yang mengatakan demikian.”

Dalam surat selanjutnya, Residen Krüger menulis bahwa ia tidak lagi memiliki laporan resmi untuk disampaikan kepada Pemerintah Tinggi di Batavia, karena arsip surat-menyurat dari Cirebon ke Batavia mencatat bahwa pada tahun 1698 dan 1699 masih disebut-sebut peristiwa letusan ini.

0 Komentar