KUNINGAN–Akses jalan penghubung Desa Karangkancana menuju Desa Jabranti, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan jalan yang ditandai dengan permukaan berlubang dan bergelombang telah dikeluhkan warga selama bertahun-tahun, namun belum juga mendapat penanganan permanen dari pemerintah daerah.
Saat hujan lebat, kondisi jalan semakin membahayakan karena lubang-lubang berubah menjadi kubangan air. Risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua, meningkat tajam. Ironisnya, ruas jalan tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui warga untuk aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, hingga akses wisata.
Kerusakan paling parah terlihat di sepanjang jalur menuju SMPN Karangkancana. Setiap hari, puluhan pelajar melintasi jalan tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan anak-anak, terutama saat musim hujan.
Baca Juga:Pemkab Kuningan Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Rp35 Ribu per JiwaPelantikan Pengurus SMSI Kota Cirebon, Dorong Sinergi Media dengan Pemerintah
Meski sejak 2024 lalu dinas teknis telah melakukan survei lokasi sebagai tahap awal perencanaan perbaikan, hingga awal 2025 belum ada realisasi pekerjaan. Akibatnya, warga Desa Karangkancana akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya.
Penjabat Kepala Desa Karangkancana, Uhen Suhendar, mengatakan bahwa langkah tersebut diambil karena jalan rusak menjadi keluhan utama masyarakat. Terlebih, jalan kabupaten di Dusun Indrahayu itu merupakan akses penting yang menghubungkan Karangkancana dengan wilayah Cibingbin, sekaligus jalur menuju kawasan wisata Goa Indrakila yang dikenal sebagai situs bersejarah.
“Jalan ini bukan hanya dipakai warga untuk ke kebun atau sawah, tapi juga akses pelajar dan jalur wisata. Karena kondisinya semakin parah, warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya,” ujar Uhen, kemarin (5/2).
Perbaikan yang dilakukan warga masih sangat terbatas dan bersifat sementara. Sekitar 30 meter ruas jalan ditambal secara sederhana untuk mengurangi risiko kecelakaan. Dalam kegiatan tersebut, warga juga mendapat bantuan material berupa semen dari salah satu anggota DPRD.
“Idealnya jalan ini diperbaiki secara permanen dengan pengecoran menggunakan anggaran pemerintah daerah,” tegasnya, seraya berharap adanya perhatian serius dari Bupati Kuningan.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan mengakui masih banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan, termasuk di wilayah Karangkancana menuju Jabranti. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kuningan, Teddy Sukmajayadi, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.
