RADARCIREBON.ID – Duta Besar (Dubes) Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, menyambangi Kantor Bupati Cirebon, Selasa siang, 14, April 2026. Peluang ekspor produk unggulan Kabupaten Cirebon pun kembali terbuka.
Dubes Bulgaria menunjukkan ketertarikan kuat terhadap industri furnitur Cirebon. Terutama produk berbahan alami seperti rotan dan bambu yang dinilai memiliki pasar potensial di negaranya.
Melalui penerjemah, Tanya Dimitrova menyampaikan bahwa pihaknya ingin menjajaki kerja sama yang lebih luas dengan Indonesia, khususnya Kabupaten Cirebon. Selain furnitur, Bulgaria juga membuka peluang kolaborasi di sektor lain.
Baca Juga:Pernyataan Petinggi Bank Cirebon Usai Ditahan Kejari di Kasus Kredit Macet, DG: Sehat, baikCerita Inspirasi dari Dokter Lucya; Pensiun Bukan Garis Finish, Berhasil Taklukkan 28 Puncak di Usia 62 Tahun
“Pasar Bulgaria lebih tertarik pada material alami seperti bambu dan rotan. Selain itu, kami juga menawarkan kerja sama di bidang manajemen persampahan, energi, dan sektor lainnya,” ujarnya di hadapan Bupati Cirebon Drs Imron MAg dan jajarannya.
Bupati Imron memang menyambut Tanya Dimitrova dengan “pasukan” lengkap. Mulai dari sekda hingga sejumlah kepala dinas. Imron mengatakan pihaknya menyambut positif kunjungan Dubes Bulgaria Tanya Dimitrova.
Kata Imron, Kabupaten Cirebon memiliki sejumlah produk unggulan yang sudah dikenal hingga pasar internasional. “Produk unggulan Kabupaten Cirebon seperti furnitur dan rotan sudah dikenal luas. Dan hari ini beliau (Dubes Tanya Dimitrova, red) tertarik dan ingin menjalin kerja sama,” ujarnya.
Menurutnya, produk rotan Kabupaten Cirebon bahkan sudah menembus pasar Bulgaria. Hal itu menjadi peluang untuk memperluas ekspor, termasuk produk lainnya. “Dubes sudah tahu di sini banyak pengrajin rotan. Produk kita juga sudah masuk ke sana. Karena itu, kami mengundang para pegiat dan pengusaha agar bisa menangkap peluang ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon Suhartono mengungkapkan bahwa kerja sama antara Cirebon dan Bulgaria sebenarnya sudah terjalin sejak 2010. Namun, dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan nilai ekspor, khususnya untuk komoditas rotan dan furnitur.
“Dari tahun 2024 ke 2025 memang ada penurunan, terutama pada rotan dan furnitur. Karena itu, saat ini fokusnya kembali kita dorong ke sektor furnitur,” jelas Suhartono.
