4. Reksadana Pendapatan Tetap (selektif)
Investasi ini untuk investor yang tetap ingin return lebih pada fokus obligasi berkualitas. Volatilitas lebih rendah dibanding saham. Potensi capital gain jika suku bunga turun. Juga pilih yang durasi dan manajer investasinya kuat.
5. Saham atau Reksadana Saham
Bukan dihindari, tapi jangan agresif dulu. Bisa mulai bertahap (DCA). Fokus saham big cap, likuid, dan fundamental kuat. Jangan all-in. Cocok untuk investor jangka panjang dan tahan volatilitas.
Kesimpulan sederhananya, saat pasar saham tertekan oleh sentimen MSCI, strategi terbaik bukan berhenti investasi. Tapi, menggeser porsi ke instrumen yang lebih defensif sambil menunggu momentum.
