'Sarjana' Ultra 600 Km

east java journey 2026
CEO Radar Cirebon Group, Yanto S Utomo \'wisuda\' sebagai sarjana ultra 600 km usai mengikuti East Java Journey (EJJ) 2026. Foto: Dok - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Ini penghargaan paling lucu. Dapat gelar “sarjana” tapi bukan dari kampus. Gelar ini diperoleh setelah bersepeda sejauh 600 km, selama 30 jam di atas sadel.

Namanya “Sarjana” Ultra 600 Km. Diberikan karena berhasil mengikuti gowes East Java Journey (EJJ) – 600 Km 2026.

Ini kali kedua saya mengikuti EJJ. Tahun 2025 saya juga berhasil finish di event bersepeda keliling Jawa Timur itu. Bahkan, tahun lalu catatan waktu saya lebih baik 1 jam dibandingkan sekarang ini.

Baca Juga:Masjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat KhutbahJenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga Setempat

Tapi memang tahun ini jarak lebih jauh sedikit. Selisih 40 km dari tahun lalu. Juga rute yang berbeda. Tahun lalu dari arah Barat. Tahun ini ke arah timur terlebih dahulu.

Seperti tahun sebelumnya, EJJ ada 2 kategori. Yakni kelas 1500 km dan 600 km. Untuk kelas 1500 km diberi toleransi waktu selama 7 hari. Sedangkan kelas 600 km cut off time-nya selama 3 hari.

Khusus EJJ 600 Km tahun 2026 ini sungguh menarik. Kegiatan ini dimulai di hari pertama pada Jumat, 6 Februari 2026 pukul 05.00 pagi. Titik start di Surabaya Town Square (Sutos), yang juga menjadi markas Persebaya Surabaya.

Hari pertama ratusan peserta EEJ kategori 600 km, masih sangat fun. Beberapa tanjakan di Pacet Mojokerto dan Kabupaten Malang, Jawa Timur masih ramah di kaki para pesepeda. Apalagi pemandangan yang indah menjadi highlight utama bagi para goweser.

Menu tanjakan kombinasi Jatijejer-Sumber Glagah-Pacet menjadi tantangan pertama yang harus dihadapi peserta sampai km 67. Lalu ada tanjakan dari Kandangan menuju Ngantang yang panjangnya lebih dari 15 km.

Tanjakan tersebut bagi para pegowes, tidak punya gradiens berat. Hanya saja karena faktor cuaca yang panas sebelum rolling naik turun ke arah Kabupaten Malang dan Blitar, mejadi tantangan tersendiri.

Di rute itu juga melewati lokasi peninggalan sejarah dan kebudayaan nasional. Di antaranya melintasi peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Seperti Candi Tikus, Candi Bajang Ratu, dan Museum Trowulan, tepatnya di km 87,5.

Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon

Setelah melalaui Malang Selatan, kemudian menyusuri indahnya alam pedesaan Kabupaten Blitar. Menjelang sore disambut hujan deras, baru masuk ke Kota Blitar. Sampai di Check Point (CP) 1 di Museum Peta pada pukul 17.00 sore dengan jarak yang ditempuh sudah 195 km.

0 Komentar