'Sarjana' Ultra 600 Km

east java journey 2026
CEO Radar Cirebon Group, Yanto S Utomo \'wisuda\' sebagai sarjana ultra 600 km usai mengikuti East Java Journey (EJJ) 2026. Foto: Dok - radarcirebon.id
0 Komentar

Walau turun hujan deras, setelah melintasi Ponorogo dan Kabupaten Madiun, menjelang 18.00 baru sampai CP 2 Kota Madiun. Lokasinya di dekat Patung Liberty Jl Merdeka Kota Madiun.

Setelah istirahat makan pecel di kaki lima, perjalanan dilanjutkan ke arah barat menuju Kabupaten Ngawi. Rombongan kami tinggal berlima, akhirnya bermalam di pusat Kota Ngawi.

Pukul 05.00, kami melanjutkan perjalanan menuju titik finish di Surabaya. Untuk sampai finish harus melalui beberapa kabupaten. Dari Ngawi, Brojonegoro, Lamongan, Mojokerto, Gresik dan finish di Surabaya.

Baca Juga:Masjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat KhutbahJenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga Setempat

Bagi saya, yang paling menarik di rute tersebut adalah Geosite Teksas Wonocolo di Kecamatan Kedewan. Ternyata, kawasan tambang minyak tradisional ini sudah menjadi destinasi Geosite Geopark Unggulan di Bojonegoro.

Infrastruktur di geosite yang memang ditulis “Teksas” ini sudah sangat memadai. Juga tampak fasilitas wisata, dan penambahan penerangan jalan menuju lokasi geosite.

Di tempat itu juga sudah berdiri museum dan edukasi, atraksi wisata, dan geotourism trails. Seperti rumah singgah sebagai museum mini sejarah dan proses pengeboran minyak tradisional di Wonocolo.

Di sepanjang kawasan itu, juga tampak pengeboran minyak tradisional yang unik untuk dinikmati. Hanya saja harus berhati-hati jika melintasi jalur tersebut. Selain jalan sempit, juga kontur yang naik – turun.

Setelah makan di Brojonegoro Kota, tantangan belum usai. Harus melintasi jalan datar nan panas di pantura Brojonegoro – Lamongan. Kemudian dilanjutkan jalan naik turun dari Lamongan, Mojokerto hingga Gresik.

Baru pukul 18.00, sampai titik finish di Sutos Surabaya. Alhamdulillah, sampai di titik finish, kami berlima disambut langsung oleh Presiden Persebaya yang sekaligus CEO Mainsepeda, Azrul Ananda.

Dan putra sulung mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan tersebut pula yang mengalungkan selendang dan memakaikan toga. Bos DBL Indonesia inilah yang mewisuda saya menjadi “Sarjana” Ultra 600 Km.

0 Komentar