Pedagang Festival Ramadan di Jalan Siliwangi Kebanjiran Pembeli

Festival Ramadan
RAMAI: Suasana Festival Ramadan di Jalan Siliwangi dipadati pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pedagang Kaki Lima (PKL). FOTO: SENO DWI PRIYANTO/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pelaksanaan Festival Ramadan di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, yang telah berlangsung selama sebelas hari mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga Minggu (1/3/2026), pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pedagang Kaki Lima (PKL) tampak antusias memadati kawasan Jalan Siliwangi hingga Jalan Moh. Toha.

Sejak pukul 15.30 WIB, para pedagang mulai bersiap menjajakan berbagai kebutuhan berbuka puasa. Aneka pilihan kuliner tersedia, mulai dari dimsum, gorengan, minuman kekinian seperti es boba dan es teh, makanan khas daerah, lauk-pauk, hingga produk fesyen.

Sepanjang sisi jalan dipenuhi pedagang yang menawarkan dagangannya kepada pengunjung. Memasuki satu jam menjelang waktu berbuka puasa, jumlah pengunjung terus meningkat. Di sejumlah titik terlihat antrean pembeli yang ingin mendapatkan takjil favorit.

Baca Juga:Perkuat Kecintaan Kader terhadap Alquran di Momentum Ramadan12 Wilayah Pesisir Masuk Daftar Rawan Banjir Rob 

Salah satu pedagang Cilok Kriwil, Melati (28), mengaku mulai membuka lapaknya sejak pukul 15.30 WIB.

“Biasanya mulai ramai sekitar pukul 17.00 WIB. Kami berjualan sampai pukul 22.00 WIB dan selalu ada saja pembeli,” tuturnya kepada Radar Cirebon.

Sebagian pengunjung mengaku datang karena penasaran setelah melihat ramainya Festival Ramadan di media sosial. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berburu takjil berbuka puasa.

“Saya lihat di media sosial ramai pedagang takjil di Jalan Siliwangi, jadi sekalian datang. Memang ramai, sepanjang Jalan Siliwangi sampai Jalan Moh. Toha banyak pilihan makanan,” ujar Veni (31), salah seorang pengunjung.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan data kuantitatif terkait omzet pedagang. Namun, ia menilai kebijakan Walikota Cirebon, Effendi Edo, dalam menyediakan area Festival Ramadan mendapat respons positif dari pelaku usaha.

“Walaupun secara kuantifikasi omzet belum dapat kami sampaikan saat ini, setidaknya dengan adanya kebijakan penyediaan area Festival Ramadan, pelaku UMKM dan PKL dapat memperoleh penghasilan dari aktivitas berdagang. Responsnya cukup positif,” ujar Iing.

Ia mengakui pelaksanaan festival tidak lepas dari sejumlah tantangan, seperti faktor cuaca yang terkadang hujan serta persoalan teknis di lapangan, termasuk penggunaan area lapak pedagang untuk parkir kendaraan.

0 Komentar