Jalan Wano – Cikeleng Diperbaiki dari APBN, Anggaran Rp8,7 Miliar

perbaikan jalan wano cengal cikeleng
Jalan Wano, Cengal, Cikeleng akan diperbaiki dari APBN. Foto: Ist - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Jalan yang menghubungkan Wano, Cengal dan Cikeleng akhirnya bakal tersentuh perbaikan, setelah lama dikeluhkan warga.

Kerusakan jalan ini, seringkali dikeluhkan warga karena sudah berlangsung selama bertahun-tahun belakangan.

Akhirnya kerusakan jalan ini, mendapatkan sentuhan perbaikan. Anggaran sebesar Rp8,7 miliar akan dikucurkan dari APBN.

Baca Juga:Perputaran Uang MBG Rp600 Miliar per Hari di Kalangan Petani, Pembudidaya dan PeternakHarga BBM Subsidi Tidak Naik sampai Akhir Tahun, Bahlil Sebut Stok Dijaga di Atas Standar Minimum

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar mengakui, kerusakan jalan tersebut memang sudah mengganggu mobilitas warga.

Oleh karena itu, perlu perbaikan segera. Dirinya juga menaruh perhatian terhadap upaya perbaikan.

“Perbaikan jalan ini menjadi prioritas pemerintah daerah karena perannya yang vital sebagai penghubung antarwilayah serta jalur utama distribusi hasil pertanian masyarakat,” kata Hajat Bumi di Desa Cikeleng, Kecamatan Japara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kuningan, I Putu Bagiasna melalui Kepala Bidang Bina Marga, Teddy Sukmajayadi menyebutkan, proyek ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan yang bersumber dari APBN.

Dengan anggaran tersebut, kata Teddy, pemerintah menargetkan kualitas jalan yang lebih baik dan tahan lama. Anggaran perbaikan berasal dari APBN melalui Jalan Aspirasi Anggota DPR RI, Sohibul Imam dari Partai NasDem.

Proyek perbaikan tersebut akan mencakup penanganan sepanjang kurang lebih 4,7 kilometer, dengan anggaran sebesar Rp8,7 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan melalui APBN.

Pengerjaan akan dilaksanakan oleh CV Buana Karya Mandiri selama 180 hari kalender, mulai April hingga Oktober 2026.

Baca Juga:Bahlil Umumkan Kabar Gembira: Indonesia Dapat Pasokan Minyak dari RusiaAS – Iran Batal Damai, 5 Hal Ini Jadi Pengganjal, Salah Satunya soal Selat Hormuz

“Nilai kontraknya mencapai Rp8,7 miliar, dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender, mulai April hingga Oktober 2026,” jelasnya.

Metode pengerjaan meliputi pelapisan ulang (overlay) hotmix di sebagian besar ruas jalan, rekonstruksi di beberapa titik, serta penguatan bahu jalan menggunakan beton. Namun, sekitar 350 meter ruas di titik Wano tidak termasuk dalam proyek karena telah diperbaiki sebelumnya.

Selama ini, kondisi jalan di jalur tersebut cukup memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengganggu distribusi hasil pertanian yang menjadi andalan ekonomi masyarakat setempat.

Bupati Dian menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap perbaikan jalan dapat memperlancar aktivitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

0 Komentar