RADARCIREBON.ID – Kondisi bangunan SDN II Gandawesi, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka viral di media sosial karena disandingkan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kondisi bangunan tersebut rusak dan memprihatinkan menjadi sorotan publik. Padahal SDN II Gandawesi merupakan sekolah yang cukup banyak menampung siswa.
Ruang kelas yang tidak layak pakai terlihat kontras dengan fasilitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekitarnya yang tampak lebih representatif.
Baca Juga:Perputaran Uang MBG Rp600 Miliar per Hari di Kalangan Petani, Pembudidaya dan PeternakHarga BBM Subsidi Tidak Naik sampai Akhir Tahun, Bahlil Sebut Stok Dijaga di Atas Standar Minimum
Fenomena ini memicu perhatian luas sekaligus menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah. Warganet pun mempertanyakan prioritas pembangunan, terutama ketika sarana belajar dinilai belum memenuhi standar kelayakan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf, menegaskan SDN II Gandawesi telah masuk dalam daftar prioritas perbaikan pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026.
“Kami pastikan sekolah ini menjadi prioritas. Upaya jemput bola ke pemerintah pusat terus dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Majalengka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah mengusulkan berbagai program perbaikan infrastruktur pendidikan kepada pemerintah pusat. Upaya tersebut mulai membuahkan hasil dengan adanya dukungan program revitalisasi sekolah.
Menurutnya, pada 2026, SDN II Gandawesi akan mendapatkan intervensi melalui program revitalisasi serta bantuan presiden yang difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
“Alhamdulillah, ada program revitalisasi dan bantuan presiden untuk 2026. Ini bagian dari langkah konkret meningkatkan sarana pendidikan,” tambahnya.
Kondisi bangunan sekolah yang rusak tidak hanya berdampak pada kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Karena itu, percepatan perbaikan menjadi kebutuhan mendesak.
Baca Juga:Bahlil Umumkan Kabar Gembira: Indonesia Dapat Pasokan Minyak dari RusiaAS – Iran Batal Damai, 5 Hal Ini Jadi Pengganjal, Salah Satunya soal Selat Hormuz
Di sisi lain, keberadaan fasilitas dapur MBG di sekitar sekolah yang tampak lebih baik secara fisik turut memunculkan perdebatan publik terkait pemerataan pembangunan. Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi siswa, namun dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pendidikan.
Pengamat pendidikan menilai, viralnya kondisi SDN II Gandawesi harus menjadi momentum evaluasi bersama, baik bagi pemerintah daerah maupun pusat, untuk memastikan pembangunan sektor pendidikan berjalan seimbang.
