Dia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, kembali ke nilai sederhana. Yakni membangun keluarga dari kebutuhan, bukan gengsi.
KDM pun kembali memohon kepada generasi muda di Jawa Barat untuk berhenti mengutamakan pesta mewah. Sebaiknya mulai fokus ke hal yang lebih penting. Misalnya kepemilikan rumah.
“Lebih baik setelah akad langsung masuk rumah sendiri, walaupun masih nyicil,” ujarnya.
Baca Juga:AS – Iran Batal Damai, 5 Hal Ini Jadi Pengganjal, Salah Satunya soal Selat HormuzPerundingan Damai Berakhir Buntu, AS – Iran Siap Lanjutkan Perang
Dia juga menyinggung fenomena gengsi sosial yang makin marak. Misalnya dekorasi berlebihan hingga pengawalan ala pejabat saat resepsi. Semua itu seringkali dibayar dengan utang yang membebani.
Dengan memiliki hunian sejak awal, tambah KDM, pasangan muda bisa membangun kehidupan yang lebih tenang dan terarah.
Pria yang betah menduda ini pun kembali memberikan pesan, masa depan keluarga ditentukan dari keputusan awal, bukan dari kemewahan sehari.
KDM mengungkap hal tersebut dalam sebuah acara di Kabupaten Bandung. KDM menyoroti kebiasaan pasangan muda yang rela habis-habisan demi pesta pernikahan, tapi justru belum punya rumah sendiri.
Baginya, fenomena ini menjadi masalah serius karena menyangkut ketahanan keluarga jangka panjang. Mengutip filosofi Sunda, rumah harus kokoh dan kebutuhan dasar harus terpenuhi lebih dulu.
“Daripada jadi raja semalam di pelaminan, lebih baik punya rumah walau masih nyicil,” tegasnya.
KDM mendorong generasi muda untuk mulai mengubah pola pikir. Nikah sederhana di KUA dinilai jauh lebih realistis dibanding pesta besar yang hanya berlangsung satu malam.
