RADARCIREBON.ID – Bukan hanya soal jalan dan pembangunan fisik, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun sangat perhatian terhadap persoalan sosial.
Sosok yang akrab disapa KDM ini, di antaranya menyoroti pesta pernikahan di kalangan masyarakat Jawa Barat. Terutama pesta pernikahan yang digelar secara besar-besaran dan mewah.
Menurut mantan Bupati Purwakarta ini, banyak sisi gelap dari pernikahan yang digelar secara besar-besaran dan mewah. Di antaranya, banyak pasangan muda di Jabar yang terjebak utang setelah pesta usai digelar.
Baca Juga:AS – Iran Batal Damai, 5 Hal Ini Jadi Pengganjal, Salah Satunya soal Selat HormuzPerundingan Damai Berakhir Buntu, AS – Iran Siap Lanjutkan Perang
KDM mengungkap, uang yang digunakan untuk membiayai pernikahan mewah itu kebanyakan berasal dari pinjaman informal. Di antaranya pinjaman dari “Bank Emok” yang sering menjadi jalan tercepat membiayai resepsi.
“Masalahnya bukan cuma ekonomi, tapi juga psikologis. Beban utang setelah menikah itu nyata,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Resepsi pernikahan mewah itu, jelas KDM, sering tidak disadari karena dorongan gengsi dan tekanan sosial. Sehingga banyak pasangan ingin tampil maksimal di hari pernikahan, tanpa mempertimbangkan konsekuensi setelahnya.
Seharusnya, menurut pria nyentrik ini, awal pernikahan menjadi titik membangun, bukan justru menumpuk beban. Karenanya dia berpesan jangan sampai satu malam pesta mengorbankan ketenangan hidup bertahun-tahun.
KDM pun memberikan solusi bagi pasangan muda di Jabar yang akan menikah untuk menghindari bermewah-mewahan. Di antaranya dengan mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal Jawa Barat.
Bagi masyarakat Sunda, katanya, konsep “imah kudu pageuh, beuteung kudu seubeuh” bukan sekadar pepatah, tapi prinsip hidup yang relevan sampai sekarang. Bukan bermewah-mewahan hanya demi gengsi.
KDM memandang, kesejahteraan keluarga harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, terutama tempat tinggal. Karenanya, pergeseran gaya hidup yang lebih mengedepankan pesta justru menjauh dari akar budaya Sunda itu sendiri.
Baca Juga:IPhone 15 Mulai Rp10 Jutaan! Ini Update Harga iPhone 15 Series April 2026Desain Penataan Kawasan Gedung Sate, Bakal Terintegrasi dengan Lapangan Gasibu
“Rumah itu pondasi. Kalau pondasi belum kuat, kehidupan rumah tangga juga akan goyah,” ujarnya.
Mantan anggota DPR RI ini merasa miris melihat banyak pasangan muda saat ini lebih fokus pada simbol sosial dibanding kesiapan ekonomi. Padahal, ketahanan keluarga justru ditentukan dari hal-hal mendasar seperti hunian dan kestabilan finansial.
