Waduli, Program Pengendalian Inflasi yang Tidak Berjalan

Waduli
PROGRAM GAGAL: Kios Waduli di Pasar Jagasatru yang tampak tidak beroperasi. FOTO: APRIDISTA SITI RAMDHANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Upaya pengendalian inflasi terus dilakukan pemerintah daerah melalui berbagai program, salah satunya Warung Peduli Inflasi (Waduli) di Kota Cirebon.

Program yang diluncurkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada 19 Maret 2024 di Pasar Jagasatru ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Namun, dalam pelaksanaannya, program tersebut dinilai belum berjalan optimal.

Berdasarkan pantauan di lapangan dalam beberapa pekan terakhir, kios Waduli tampak tidak beroperasi. Pintu folding gate selalu tertutup, dan kondisi kios terlihat kurang terawat dengan spanduk yang mulai usang.

Baca Juga:Kenaikan Biaya Produksi Tekan Omzet Bisnis KonveksiSTMIK IKMI Cirebon Latih 630 Guru, Kuasai Artificial Intelligence untuk Pembelajaran dan Konseling

Padahal, saat diluncurkan, Waduli diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar kebutuhan pokok tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) saat terjadi gejolak harga. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Perumda Pasar Berintan dengan sejumlah pihak, seperti Perum Bulog dan koperasi, untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan.

Erik, salah seorang pedagang sayur di sekitar lokasi, mengatakan kios Waduli jarang beroperasi.

“Lebih sering tutup. Kalau buka juga hanya sebentar, biasanya sekitar satu jam, lalu tutup kembali,” ujarnya.

Ia menilai tujuan pengendalian inflasi melalui Waduli belum tercapai karena operasional yang tidak konsisten. Menurutnya, jika ingin efektif, kios tersebut harus buka setiap hari dan menyediakan komoditas yang kerap mengalami fluktuasi harga.

“Saya pernah cek saat buka, tapi barangnya terbatas, hanya ada beras dan minyak, itu pun stok lama,” katanya.

Sementara itu, Ahmad, pengunjung Pasar Jagasatru, mengaku tidak mengetahui adanya program Waduli, meski sering berbelanja di pasar tersebut.

“Saya cukup sering belanja di sini, tapi tidak pernah tahu ada Waduli,” ujarnya saat ditemui.

Baca Juga:Pembangunan KDKMP Terkendala Lahan, Baru Terealisasi di Tiga KelurahanSkema KPBU PJU Capai Rp105 Miliar

Hal serupa disampaikan Kiki, pelaku usaha kuliner di Kota Cirebon. Ia mengaku baru mengetahui program tersebut meski rutin berbelanja di Pasar Jagasatru.

“Selama ini saya belanja untuk kebutuhan usaha, tapi baru dengar soal Waduli,” katanya.

Berbeda dengan itu, Aisyah Hawa, warga Kota Cirebon, mengaku telah mengetahui program Waduli sejak awal peluncuran. Namun, ia belum pernah merasakan manfaatnya karena kios selalu tutup.

0 Komentar