Jadi Penghambat Program Gentingisasi, Pekerja Digaji Rendah, KDM Turun Tangan

program gentengisasi
Program gentingisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, bakal menemui banyak kendala. Salah satunya adalah soal tenaga kerja yang digaji sangat rendah. Foto: Ist - RADARCIREBON.ID
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Program gentingisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, bakal menemui banyak kendala. Salah satunya adalah soal tenaga kerja yang digaji sangat rendah.

Kenyataan itu terungkap dari sidak yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di salah satu pabrik genteng di Plered, Purwakarta.

Dalam sidak itu, sosok yang akrab disapa KDM ini menemukan banyak pekerja pabrik genting yang digaji jauh di bawah layak. Para pekerja di pabrik itu hanya menerima upah harian antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu.

Baca Juga:AS – Iran Batal Damai, 5 Hal Ini Jadi Pengganjal, Salah Satunya soal Selat HormuzPerundingan Damai Berakhir Buntu, AS – Iran Siap Lanjutkan Perang

Menurut KDM, kondisi ini bakal menjadi penghambat program gentingisasi. Karena para pekerjanya sulit keluar dari jerat kemiskinan. Hal tersebut terlihat dari angka upah yang mereka terima setiap harinya.

Namun, mantan Bupati Purwakarta ini tidak tinggal diam. Dia pun melakukan gerak cepat. Pemprov Jawa Barat akan memberikan perlindungan asuransi ketenagakerjaan bagi para pekerja genting.

Kebijakan orang nomor satu di Jabar ini diharapkan bisa memberi rasa aman sekaligus meningkatkan produktivitas. Sehingga program gentingisasi pun bisa berjalan seperti yang diharapkan.

Bukan soal asuransi saja, KDM meminta para pengusaha genting pun untuk ikut bertanggung jawab. Caranya, harus merubah struktur upah para pekerja agar bisa hidup layak.

Jika hanya mengandalkan bantuan pemerintah tanpa perubahan dari pengusaha, menurut KDM maka kesejahteraan pekerja tidak akan pernah benar-benar meningkat.

Kebijakan politisi Partai Gerindra ini menjadi sinyal kuat bangkitnya sektor industri tradisional ini. Perhatian serius dan dorongan dari KDM itu, dengan harapan utama agar semua pihak terlibat dalam memperbaiki nasib para pekerja.

Mantan anggota DPR RI ini menegaskan, perlindungan terhadap pekerja ini penting. Tujuannya agar para pekerja bisa bekerja lebih tenang tanpa dihantui risiko kerja.

Baca Juga:IPhone 15 Mulai Rp10 Jutaan! Ini Update Harga iPhone 15 Series April 2026Desain Penataan Kawasan Gedung Sate, Bakal Terintegrasi dengan Lapangan Gasibu

Namun, di balik kabar baik itu, KDM juga melontarkan peringatan keras kepada para pengusaha. Mereka harus ikut bertanggung jawab. Persoalan kesejahteraan pekerja tidak cukup hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

KDM mengungkapkan, bukan hanya di Purwakarta saja para pekerja genting yang berpendapatan rendah. Di sejumlah daerah seperti Cianjur, Garut, hingga Kuningan, para pekerja juga menerima nasib yang sama.

0 Komentar