Bagan Kerang Hijau Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi Nelayan di Kota Cirebon

budidaya kerang hijau di cirebon
Pemerintah Kota Cirebon menyiapkan budidaya kerang hijau untuk nelayan. Foto: Istimewa - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kota Cirebon menyiapkan program budidaya kerang hijau sebagai alternatif sumber penghasilan bagi nelayan. Program ini dirancang untuk membantu nelayan saat tidak dapat melaut akibat kondisi cuaca.

Pengembangan bagan kerang hijau bahkan masuk dalam program prioritas pembangunan daerah. Pemerintah menilai budidaya ini memiliki potensi ekonomi yang besar serta relatif mudah dijalankan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, mengatakan sektor perikanan memiliki karakteristik berbeda dengan sektor pertanian. Aktivitas nelayan lebih dipengaruhi kondisi cuaca di laut, seperti angin barat dan badai, dibandingkan musim kemarau.

Baca Juga:Perputaran Uang MBG Rp600 Miliar per Hari di Kalangan Petani, Pembudidaya dan PeternakHarga BBM Subsidi Tidak Naik sampai Akhir Tahun, Bahlil Sebut Stok Dijaga di Atas Standar Minimum

“Nelayan tidak terlalu terpengaruh musim kemarau, karena mereka mencari ikan di laut. Namun, aktivitas melaut sangat bergantung pada kondisi cuaca, seperti angin barat atau badai,” ujar Elmi kepada Radar Cirebon.

Saat kondisi cuaca tidak memungkinkan, hasil tangkapan nelayan cenderung menurun. Bahkan, dalam situasi tertentu, nelayan tidak dapat melaut sama sekali. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah daerah mengembangkan budidaya kerang hijau sebagai kegiatan ekonomi alternatif.

Budidaya dilakukan menggunakan bagan yang dipasang di perairan sekitar pantai Kota Cirebon. Struktur tersebut menjadi media tempat menempel dan tumbuhnya kerang hijau. Bagan akan disediakan pemerintah dan dimanfaatkan oleh nelayan sehingga tetap memiliki aktivitas produktif meski tidak melaut.

“Pengembangan bagan kerang hijau ini menjadi salah satu program prioritas pembangunan Kota Cirebon,” katanya.

Kerang hijau dipilih karena proses budidayanya relatif sederhana dan tidak memerlukan perawatan khusus, seperti pemberian pakan. Setelah bagan dipasang, kerang akan tumbuh secara alami dengan memanfaatkan nutrisi di perairan. Nelayan hanya perlu menunggu hingga masa panen.

Proses panen umumnya dapat dilakukan setelah beberapa bulan. Hasilnya kemudian dapat dijual sebagai tambahan pendapatan.

Selain itu, budidaya kerang hijau dinilai tidak terlalu dipengaruhi perubahan musim. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam memilih komoditas tersebut, di samping potensi pasarnya yang cukup besar.

Baca Juga:Bahlil Umumkan Kabar Gembira: Indonesia Dapat Pasokan Minyak dari RusiaAS – Iran Batal Damai, 5 Hal Ini Jadi Pengganjal, Salah Satunya soal Selat Hormuz

Dengan adanya bagan kerang hijau, nelayan diharapkan memiliki sumber penghasilan alternatif. Ketika kondisi laut tidak memungkinkan untuk melaut, mereka tetap dapat memperoleh pendapatan dari hasil budidaya.

0 Komentar