“Nomor induk kependudukan sesuai, tapi foto berbeda. Ini yang sedang kami dalami,” ujar salah satu pejabat di Polres Kuningan.
Polisi kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta pihak yang mengeluarkan dokumen kendaraan.
Munculnya kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran soal lemahnya perlindungan data pribadi dan potensi penyalahgunaan identitas untuk transaksi bernilai besar. Jika terbukti terjadi pencatutan, kasus ini tidak hanya merugikan korban secara administratif, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum dan finansial bagi pihak yang identitasnya disalahgunakan.
Baca Juga:15 Hektare Sawah di Darma Diserang Hama Tikus, Pemda Turun TanganPemkab Majalengka Mulai Menata Kabel Udara, Bupati Eman Dorong Kota Lebih Rapi
Rizal berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas pelaku agar tidak ada korban serupa di kemudian hari. Ia juga mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem keamanan data kependudukan, termasuk penerapan verifikasi berlapis guna mencegah penyalahgunaan identitas.
Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga data pribadi, terutama saat berhadapan dengan pihak yang tidak dikenal.
Penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab dalam kasus pencatutan identitas ini.
Polisi kini diharapkan menelusuri bagaimana data pribadi Rizal bisa digunakan dalam dokumen transaksi kendaraan mewah tersebut. Sementara itu, kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga dokumen identitas pribadi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. (ags)
