Kelima, peningkatan kesiapan layanan kesehatan. Kementerian Kesehatan melakukan pembinaan dan skrining kesehatan secara menyeluruh, meliputi pemeriksaan, edukasi, serta pembinaan kebugaran sebagai dasar penetapan istithaah kesehatan.
“Pendekatan promotif dan preventif menjadi kunci agar jemaah tetap sehat sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” ujar perwakilan Kementerian Kesehatan.
Melalui Rakor ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang aman, sehat, inklusif, dan berkualitas. Sinergi lintas sektor jadi fondasi utama memastikan setiap jemaah Indonesia dapat menunaikan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Baca Juga:Perputaran Uang MBG Rp600 Miliar per Hari di Kalangan Petani, Pembudidaya dan PeternakHarga BBM Subsidi Tidak Naik sampai Akhir Tahun, Bahlil Sebut Stok Dijaga di Atas Standar Minimum
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan orientasi pelayanan bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji. Dalam arahannya jelang keberangkatan petugas haji pada Jumat (17/4/2026) di Asrama Haji Pondok Gede.
Wamenhaj menekankan bahwa tugas PPIH bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bagian dari ibadah dan misi suci yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
“Kita siap sukseskan Haji 2026. Kesiapan mental menjadi penting, termasuk kemampuan mengelola emosi, agar kekuatan fisik yang kita miliki benar-benar ditopang oleh kekuatan rohani yang siap,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh petugas untuk meniatkan keberangkatan sebagai bagian dari ibadah melalui jalan pengabdian dalam melayani jemaah haji. “Niatkan pelepasan ini bahwa kita semua sedang menunaikan ibadah melalui peran sebagai petugas haji yang melayani jemaah agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan baik. Ini adalah misi suci, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, agama, dan bangsa,” tegasnya.
Sebanyak 363 PPIH Daker Madinah dan Bandara akan bertolak menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Wamenhaj juga mengingatkan bahwa PPIH merupakan ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan haji, sehingga amanah besar dari masyarakat harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
“Banyak harapan yang dititipkan kepada kita. PPIH adalah ujung tombak kesuksesan. Jemaah kita adalah mereka yang telah memenuhi istithaah, yang berjuang dan berani mengupayakan diri agar bisa berhaji. Semangat spiritual jamaah Indonesia sangat luar biasa, dan itu adalah amanah yang harus kita jaga,” lanjutnya.
